New York, LiputanIslam.com—Departemen Ekonomi dan Hubungan Sosial PBB memperkirakan, terdapat 258 juta orang di dunia yang kini berstatus imigran di negara lain. Angka ini memperlihatkan kenaikan 49% dari tahun 2000.

Dalam laporan yang dirilis pada Senin (18/12/17), disebutkan juga bahwa presentase imigran yang tinggal negara-negara maju meningkat dari 9,6% di tahun 2000 sampai 14% di tahun 2017.

Seluruh negara anggota PBB yang berjumlah 193, termasuk AS, mengadopsi Deklarasi New York untuk Pengungsi dan Imigran pada September 2016, yang menekankan bahwa tidak ada negara yang bisa mengatur migrasi internasional secara independen.

Negara-negara anggota ini setuju untuk mengimplementasikan kebijakan migrasi yang teratur dan membagi beban penerimaan pengungsi secara lebih merata. Selain itu, para imigran ini harus dilindungi hak-haknya dan dijauhi dari xenophobia dan intoleransi.

Menurut laporan ini, negara-negara maju menampung 64% imigran dari seluruh dunia di tahun 2017, yang berjumlah hampir 165 juta orang.

Dua pertiga imigran tinggal di 20 negara. Jumlah terbesar— 49,8 juta, atau 19% dari total imigran global— tinggal di AS.

Sementara itu, Arab Saudi, Jerman, Rusia, merupakan negara-negara berikutnya yang menampung imigran dengan jumlah terbesar. Urutan kelima dipegang oleh Inggris. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL