New York, LiputanIslam.com—Badan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang mengurus masalah pengungsi melaporkan, terdapat sekitar 65,6 Juta orang di seluruh dunia yang terusir dari tempat tinggal mereka, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, selama tahun 2016.

Angka ini meningkat sebanyak 300.000 dibanding tahun 2015 dan mencatat rekor baru.

Pengumuman ini dikeluarkan PBB bersamaan dengan dirilisnya Global Trends Report pada tanggal 20 Juni, yang bertepatan dengan Hari Pengungsi Sedunia.

Anak-anak dan remaja dilaporkan mengisi setengah dari populasi pengungsi. Sementara anak-anak yang terpisah dari orangtuanya, kebanyakan berasal dari Suriah dan Afghanistan, berjumlah sekitar 75.000 yang tersebar di 70 negara dunia.

Pada tahun 2015, di saat arus pengungsi di negara-negara Uni Eropa berada di puncaknya, UE menyarankan negara-negara anggota untuk mengirimkan kembali pencari suaka ke Yunani.

Kebijakan ini mendapat perlawanan dari beberapa negara, terutama Eropa Timur. Mereka menilai mengembalikan para pengungsi akan berakibat buruk kepada mereka dari sisi keamanan dan ekonomi.

Pada akhirnya, Jerman mendapat jumlah pengungsi terbesar.

Banyak analis politik menilai, kebijakan ekonomi Barat dan intervensi politik- militer mereka adalah penyebab krisis pengungsi di seluruh dunia. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL