Seorang pria Palestina mencoba hentikan bulldozer Israel untuk membangun pemukiman

Bethlehem, LiputanIslam.com– Sebuah laporan dari Komisioner Tinggi HAM PBB (OHCHR) mengidentifikasi 206 perusahaan dari seluruh dunia yang mendapat keuntungan dari bisnis pemukiman Israel yang didirikan di tanah warga Palestina.

Laporan yang dirilis pada Rabu (31/1/18) ini awalnya akan menyertakan nama-nama perusahaan itu. Namun, setelah adanya tekanan dari AS dan Israel, laporan itu hanya menyebutkan jumlah perusahaan dari setiap negara.

“Bisnis memainkan peran penting dalam pelanjutan pembangunan, pemeliharaan, dan perluasan pemukiman Israel,” sebut laporan itu.

“Dengan berbuat begitu, mereka [perusahaan bersangkutan] berkontribusi dalam tindak penyitaan tanah oleh Israel, memfasilitasi pemindahan populasi [Israel] ke kawasan pendudukan Palestina, dan terlibat dalam eksploitasi sumber daya alam Palestina.”

Menurut data, mayoritas perusahaan di daftar itu yang berjumlah 143, berada di  Israel dan kawasan pemukiman itu sendiri. Sedangkan 22 perusahaan berada di AS. Sisa perusahaan berada di 19 negara lainnya.

Duta Israel untuk PBB, Danny Danon, yang juga tinggal di pemukiman  illegal, mengecam laporan ini dengan menyebutnya sebuah “daftar hitam yang memalukan.”

Sampai kini, terdapat 500.000 sampai 600.000 warga Israel yang tinggal di pemukiman khusus Yahudi yang dibangun secara ilegal di Yerusalem timur dan Tepi Barat, meski telah menyeleweng hukum internasional. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL