paus fancis natalVatican, LiputanIslam.com — Paus Franciscus mengutuk keras aksi-aksi kekerasan atas dasar agama dalam pesan Natalnya, Kamis (25/12). Paus menyebut terlalu banyak orang-orang yang ditawan dan dibunuh karena alasan agama.

Dalam pesan Natalnya itu Paus Francis menyinggung penderitaan korban koflik di Suriah dan Irak. Ia juga menyinggung konflik di Nigeria.

“Terlalu banyak orang yang ditawan atau dibunuh di Nigeria,” kata Paus sebagaimana dilansir BBC News.

Di samping itu Paus Francis juga mengajak Israel dan Palestina untuk berdialog serta mengutuk aksi kekerasan Taliban di Pakistan.

Puluhan ribu orang berkumpul di Lapangan St Peter, Vatikan, untuk mendengarkan langsung pesan Natal Sri Paus.

Paus mengatakan bahwa umat Kristiani di Irak dan Suriah telah terlalu lama menderita dan “bersama-sema dengan kelompok-kelompok etnis dan agama lainnya, mengalami penindasan brutal.”

“Semoga Hari Natal memberikan mereka harapan, sebagaimana juga bagi banyak orang-orang yang terusir, terasing, dan pengungsi-pengungsi, anak-anak, orang-orang dewasa dan orang-orang tua, dari wilayah itu dan wilayah lain di dunia,” kata Paus.

Paus juga menyinggung dan menyerukan perdamaian di Ukraina, Libya, Sudan Selatan dan bagian lain Afrika. Selain itu Paus mendoakan keluarga 132 anak-anak korban serangan Taliban di Pakistan minggu lalu, sekaligus korban virus ebola.

Hari Rabu (24/12) Paus menelepon pengungsi Irak di dekat Irbil. “Kalian seperti Jesus di malam Natal. Tidak ada ruangan untuknya (Jesus),” kata Paus kepada para pengungsi Kristen Irak.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL