jumat kudusRoma, LiputanIslam.com — Sri Paus Franciskus mengecam yang yang disebutnya sebagai “complicit silence”, atau keterlibatan diam-diam atas pembantaian yang dialami umat Kristen, dalam upacara Jumat Kudus di Vatican, Roma, kemarin (3/4).

Puluhan ribu umat Katholik mengikuti jalannya upacara mengenang penyaliban Yesus Kristus itu. Sebagian dari mereka adalah korban aksi-aksi kekerasan oleh kelompok-kelompok militan seperti ISIS dan Boko Haram di Suriah, Irak dan Nigeria.

Upacara itu berlangsung sehari setelah 148 orang tewas akibat serangan kelompok Al-Shabab di Universitas Garissa di Kenya.

“Kita masih melihat hari ini, saudara-saudara kita yang tertindas, dimutilasi dan disalib karena kepercayaan mereka kepadamua (Yesus), di depan mata-mata kami dan bahkan terkadang dengan keterlibatan diam-diam kami,” kata Paus Francis dalam do’anya yang dipanjatkannya di Colosseum, sebagaimana dilansir BBC News.

Dalam doanya itu tampak Sri Paus merebahkan tubuhnya di lantai beralas karpet.

Ini adalah kali ketiganya bagi Sri Paus Franciskus mengikuti upacara tersebut sebagai pemimpin tertinggi umat Katholik dunia.

Sebelumnya Paus juga menyinggung serangan di Kenya yang sebagian korbannya adalah umat Kristen. Ia menyebut serangan tersebut sebagai aksi ‘kebrutalan yang tidak berperi-kemanusiaan’. Ia juga mengecam aksi penyembelihan 22 orang Kristen Koptik Mesir oleh kelompok ISIS di Libya bulan Februari lalu.

Menurut Paus dunia berhak menggunakan kekuatan senjata untuk menghentikan kekejaman ISIS.

Sementara itu pendeta Raniero Cantalamessa yang berdoa sebelum Sri Paus, mengecam lembaga-lembaga dan negara-negara di dunia yang tidak berdaya mencegah pembantaian-pembantaian terhadap umat Kristen.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL