pope_francisSeoul, LiputanIslam.com — Paus Franciscus menyerukan dialog antara kedua Korea daripada saling “unjuk kekuatan”, dalam kunjungannya ke Korsel, Kamis (14/8).

Seruan tersebut disampaikan Sri Paus hanya berselang beberapa jam setelah Korut menembakkan rudal-rudal jarak pendek, ada pada saat bersamaan kedatangan Sri Paus.

Sri Paus dijadwalkan berada di Korsel selama 5 hari, menjadi kunjungan resmi pertama ke benua Asia sejak diangkat sebagai pemimpin tertinggi umat Katholik dunia bulan Maret tahun lalu. Demikian dilaporkan BBC News.

Paus dijadwalkan melakukan upacara keagamaan untuk warga Katholik Korsel yang telah meninggal, menghadiri festival pemuda Katholik dan memimpin seremonial rekonsiliasi massal.

Dalam pidato yang ditujukan kepada Presiden Korsel Park Geun-hye dan para pejabat senior Korsel yang menyambut kedatangan Sri Paus, beliau mengatakan bahwa rekonsiliasi di Semenanjung Korea akan berdampak besar tidak saja terhadap stabilitas kawasan juga kepada dunia.

“Diplomasi…. adalah berbasis pada keyakinan teguh bahwa perdamaian bisa diraih melalui dialog yang damai, daripada saling tuding, saling mengkritik dan unjuk kekuatan,” kata Paus.

Pada hari yang sama, Korut menembakkan 3 roket dari pantai timur negeri itu, saat pesawat yang membawa Sri Paus mendekati wilayah Korsel. Beberapa jam kemudian 2 roket lagi diluncurkan Korut.

Korut telah meluncurkan beberapa rudal dalam beberapa bulan terakhir, menanggapi apa yang disebut Korut sebagai provokasi-provokasi Korsel dan AS di kawasan itu. Dalam kasus terakhir, sebuah latihan militer akan dilakukan minggu depan.

Pada hari Sabtu (16/8) Sri Paus akan memimpin upacara bagi 124 warga Katholik Korea yang wafat pada abad 18 dan 19. Setelah itu, warga yang mendapatkan upacara itu pun mendapatkan gelar “terberkati”. Upacara akan digelar di Lapangan Gwanghwamun di tengah kota Seoul. Diharapkan satu juta akan menghadiri upacara itu.

Selain itu Paus akan menghadiri Asian Youth Day, festival yang digelar para pemuda Katholik di seluruh negara. Paus juga akan bertemu para pelajar yang selamat dari bencana kapal feri Sewol bulan April lalu.

Di hari terakhir kunjungannya di Korsel hari Senin (18/8), Paus akan memimpin upacara “rekonsiliasi” di Katedral Myeong-dong di Seoul. Di sana ia akan berpidato tentang perdamaian di Semenanjung Korea dan Asia Timur. Demikian laporan Yonhap News Agency.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL