swiss guard chiefRoma, LiputanIslam.com — Paus Franciscus memecat komandan pasukan pengawal Swiss Guards, Daniel Anrig, setelah dikabarkan Paus tidak menyukai gaya kepemimpinannya yang dianggap otoriter.

Kabar pemecatan Daniel Anrig terkonfirmasi dari laporan media harian Gereja Vatikan L’Osservatore Romano yang menyebutkan bahwa ia akan meninggalkan tugasnya setelah Natal dan akan digantikan oleh deputinya. Ia telah bertugas sebagai komandan Swiss Guard selama 8 tahun.

Sejak terpilih sebagai pemimpin umat Katholik dunia, Paus Francis telah melakukan serangkaian langkah untuk membuat Gereja Vatikan lebih terbuka.

“Sri Paus telah memerintahkan Kolonel Daniel Rudolf Anrig untuk mengakhiri tugasnya pada tanggal 31 January,” tulis L’Osservatore Romano sebagaimana dilaporkan BBC News, Rabu (3/12) petang.

Tidak ada penjelasan resmi mengenai alasan pemecatan itu, namun berbagai sumber menyebutkan karena gaya kepemimpinannya yang otoriter dan tidak sesuai dengan gaya kepemimpinan Sri Paus.

“Ini adalah berakhirnya era kediktatoran,” kata seorang anggota Swiss Guard kepada media Italia setelah munculnya kabar pemecatan itu.

Pasukan Swiss Guard adalah pasukan pengawal khusus beranggotakan 110 orang yang bertanggungjawab atas keselamatan pribadi Sri Paus. Dinamakan Swiss Guard karena mereka semua berasal dari Swiss, dan hal ini telah menjadi tradisi yang berlangsung selama 500 tahun.

Pasukan Swiss Guard pertama dibentuk tahun 1506 untuk mengawal Paus Julius II.

Menurut laporan BBC, berdasar keterangan sumber-sumber internal, Paus Francis tidak senang dengan gaya kepemimpinannya yang terlalu keras terhadap anak buahnya.

Sebelumnya Kolonel Anrig adalah kepala tim penyidikan kriminal di Swiss sebelum diangkat sebagai komandan Swiss Guard oleh Paus Benedictus tahun 2006. Pada tahun 2003 ia pernah diperiksa oleh Palang Merah dan Amnesty International atas dugaan pelanggaran HAM yang dilakukannya dalam sebuah operasi penggerebegan pusat penampungan pengungsi. Ia dibebaskan karena tidak adanya bukti kejahatan.

Paus Francis dikabarkan juga tidan senang dengan gaya hidup mewah Anrig dan keluarganya, dengan menyewa apartemen mewah di luar barak pasukan Swiss Guard.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL