francisRoma, LiputanIslam.com — Pengakuan mengejutkan dilakukan Paus Francis. Menurutnya sekitar 2% pendeta Katholik adalah pelaku kejahatan seksual terhadap anak-anak (pedhopilis).

Pengakuan tersebut dipublikasikan media Italia La Repubblica, Minggu (13/7).

Paus menyebut kejahatan pedhopilis di kalangan gereja sebagai “penyakit kusta” yang menginfeksi gereja. Ia pun menyerukan perlawanan keras terhadap kejahatan ini.

Namun jubir Varitan buru-buru membantah isi tulisan di La Rapublica dan menyebutnya “tidak mewakili kalimat sebenarnya Sri Paus”.

Beberapa pengamat, sebagaimana dikutip BBC, menilai Sri Paus sering berbeda penyataan dengan jajarannya karena keinginannya untuk menunjukkan perhatian lebih besar dari pendahulu-pendahulunya.

Dalam wawancara dengan La Republika Paus Francis menyebutkan bahwa angka 2% tersebut berasal dari penasihat-penasihatnya. Angka prosentase tersebut berarti 8.000 orang di antara 414.000 pendeta Katholik di seluruh dunia.

“Di antara 2% persen itu adalah pendeta, bishop dan kardinal. Yang lainnya jumlahnya lebih besar, mengetahui namun diam. Mereka diberi sanksi tanpa alasan,” kata Paus dalam wawancara tersebut.

“Saya menganggap hal ini tidak bisa ditolerir,” tambah Paus.

Tahun lalu Paus Francis menekankan hukuman lebih keras terhadap pelaku pelecehan anak-anak dan awal bulan ini menyatakan permintaan ma’af kepada para korban pelecehan seksual yang dilakukan para pendeta, dalam pertemuan pertamanya dengan korban pelecehan seksual oleh pendeta.

Meski telah mengundang kemarahan publik sejak lama, Gereja Vatikan dianggap melindungi para pendeta pelaku aksi pelecehan seksual. Dan langkah-langkah yang dibuat Paus Fracis dianggap sebagai kemajuan besar.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL