Tehran, LiputanIslam.com– Novelis legendaris asal Brazil, Paulo Coelho, mengecam Reza Pahlavi, anak dari shah Iran, Mohammad Reza Pahlavi, karena mendukung aksi kerusuhan di sejumlah kota Iran.

Kecaman itu diungkapkan Coelho lewat akun Twitter-nya yang diikuti oleh 15 juta pengguna.

Dia merespon wawancara Reza Pahlavi kepada Reuters pada Rabu (3/1/18), bahwa dia ingin Presiden AS Donald Trump mendorong perusahaan teknologi AS menyediakan layanan komunikasi kepada rakyat Iran untuk memprotes Republik Islam.

“Diam. SAVAK (badan intelijen dinasti Pahlavi) sudah mati, dan rakyat Iran akan berkumpul mendukung negara mereka jika Anda meminta aksi kudeta seperti yang pernah disusun oleh CIA pada 1953,” tulis Coelho.

Pahlavi, yang kini hidup dalam pengasingan sejak ayahnya digulingkan pada Revolusi Islam Iran tahun 1979, mengatakan bahwa dia ingin melihat rakyat Iran “menentukan nasib sendiri.”

Dia pun memuji Trump dan anggota kabinetnya karena mendukung demonstrasi rakyat Iran.

Pekan lalu, beberapa kota Iran diwarnai aksi demonstrasi damai atas kenaikan harga dan masalah ekonomi. Namun, aksi ini malah berakhir dengan kekerasan setelah sejumlah perusuh, beberapa di antaranya bersenjata, merusak properti publik dan melancarkan serangan ke kantor polisi dan gedung pemerintah.

Pemerintah Iran telah menyatakan bahwa para perusuh ini dilatih oleh MKO atau memiliki hubungan dengan kelompok teroris Takfiri.

Setelah kejadian tersebut, masyarakat  Iran segera mengadakan demonstrasi tandingan yang mengutuk kerusuhan dan mendukung sistem Republik Islam. (ra/tasnim)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*