bandara donetskDonetsk, LiputanIslam.com — Pasukan Ukraina telah mulai menarik diri dari bandara Donetsk yang telah menjadi ajang pertempuran sengit selama beberapa bulan. Demikian pernyataan seorang pejabat tinggi Republik Rakyat Donetsk.

“Pasukan Ukraina tengah meninggalkan wilayah bandara Donetsk, pasukan kami mengijinkan mereka melakukan penarikan itu. Ini adalah kebaikan Republik Rakyat Donetsk. Kami berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkan nyawa dan menghindarkan kematian. Kami berharap Kiev melakukan hal yang sama,” kata Denis Pushilin, Rabu (14/1). Ia adalah pemimpin Republik Rakyat Donetsk yang hadir dalam perundingan gencatan senjata di Minsk beberapa waktu lalu.

“Segera setelah operasi ini selesai kami bisa mengatakan bahwa bandara itu kini berada di bawah kontrol kami,” tambahnya sebagaimana dilansir Press TV, Kamis (15/1).

Namun pernyataan tersebut dibantah oleh Kiev. Jubir Dewan Militer dan Keamanan Ukraina Andriy Lysenko menyebut klaim tersebut sebagai “kebohongan”.

Sebelumnya pada hari Rabu juga, Organisasi Keamanana dan Kerjasama Eropa (OSCE), mendesak dibentuknya area gencatan senjata di sekitar bandara Donetsk.

Dua wilayah setingkat provinsi, Donetsk dan Luhansk yang berbatasan dengan Rusia berusaha memisahkan diri dari Ukraina menyusul terjadinya kudeta terhadap Presiden Victor Yanukovich bulan Februari 2014 lalu. Langkah ini dijawab pemerintah Ukraina pada bulan April  dengan mengirim pasukan untuk memadamkan gerakan separatis tersebut. Sejak itu konflik bersenjata pun pecah.

Pada bulan September kedua pihak menggelar kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani di ibukota Belarusia Minsk, namun tidak efektif untuk menghentikan tembak-menembak.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*