PASUKAN UKRAINASevastopol, LiputanIslam.com — Media-media Rusia melaporkan, Selasa (6/5), bahwa pasukan Ukraina telah memblokade kota Slavyansk dan menembaki mobil-mobil yang hendak meninggalkan kota itu.

“Kota itu telah diblokade dan warga sipil dilarang meninggalkan kota,” kata seorang anggota milisi pertahanan kota kepada Itar-Tass.

“Baru-baru ini satu keluarga dengan anak-anak yang masih kecil mencoba meninggalkan kota dengan mobil. Mereka menembakinya dan menewaskan setidaknya 2 orang di dalamnya,” tambahnya.

Menurut sumber tersebut, pasukan yang mengepung kotanya berseragam hitam dan dicurigai berasal dari kelompok neo-Nazi Right Sector. Menurut sumber-sumber yang sama, pasukan Ukraina juga telah mengerahkan unit-unit artileri yang dilengkapi peluncur roket Grad dalam pengepungan.

Komandan milisi Republik Donetsk, Igor Strelkov, membenarkan keberadaan peluncur-peluncur rudal Grad di sekeliling kota ditambah sekitar 30 tank dan 20 kendaraan lapis baja.

Namun Strelkov menegaskan bahwa pihaknya telah siap untuk menghadapi serangan dan kekuatan milisi yang dipimpinnya semakin besar dengan semakin banyaknya penduduk yang bergabung untuk “mempertahankan negeri”.

Pada hari Minggu (4/5) dan Senin (5/5) pasukan Ukraina menyerang beberapa pos penjagaan yang didirikan milisi di sekeliling kota, menewaskan beberapa milisi dan pasukan Ukraina. Menurut otoritas kesehatan Donetsk setidaknya 8 milisi dan penduduk tewas dan 16 lainnya luka-luka akibat serangan itu. Namun upaya pasukan Ukriana untuk masuk ke pusat kota berhasil digagalkan.

Mendagri Ukraina menyebutkan sebanyak 4 orang personil militer Ukraina tewas dan 30 lainnya luka-luka dalam serangan itu.

Rusia Kirim Kapal Perang, Rudal dan Tentara ke Krimea

Merespon krisis yang kini tengah terjadi di Ukraina timur, Rusia akan mengirimkan sejumlah besar peralatan tempur ke wilayahnya yang baru bergabung, Krimea. Peralatan tempur itu meliputi kapal perang, kapal selam, rudal-rudal anti-pesawat dan tentara.

Di bawah program “penguatan Armada Laut Hitam” senilai $2,5 miliar atau sekitar Rp 26 tiliun, Rusia akan membentuk unit-unit militer baru di Krimea sebelum tahun ini berakhir, termasuk unit pertahanan udara dan marinir.

“Sebelum tahun ini berakhir, kami akan membentuk unit-unit baru pertahanan udara dan marinir di pangkalan-pangkalan armada kami,” kata Menhan Rusia Sergey Shoigu, Selasa (6/5).

“Armada ini (Laut Hitam) juga akan menerima kapal-kapal selam dan kapal perang baru dari generasi terbaru. Ini telah menjadi perhatian kami,” tambah Shoigu.

Pengumuman tersebut terjadi setelah Rusia menyatakan keprihatinannya atas perkembangan militer NATO di negara-negara Eropa timur dan Laut Hitam. Aliansi ini telah mengerahkan pesawat-pesawat tempur, kapal perang, hingga pasukan darat dengan dalih “meningkatkan kepercayaan diri” anggota-anggota NATO, di tengah krisis yang terjadi di Ukraina.(ca/russia today)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL