Sumber: Presstv

Kobani,LiputanIslam.com—Dua orang warga sipil di Suriah utara meregang nyawa usai pasukan Turki menembakkan peluru tajam ke arah sekelompok massa yang menentang kehadiran mereka di Suriah.

Observatorium Suriah untuk HAM melaporkan, pasukan Turki sedang melakukan patroli bersama pada Selasa (12/11) kemarin di dekat kota Kobani (Ayn al-Arab) yang sebagian besar dihuni oleh orang-orang Kurdi. Kedatangan pasukan direspon dengan aksi demonstrasi penduduk setempat. Mereka melempari pasukan itu dengan batu dan sepatu. Aksi massa ini direspon keras oleh militer Turki dengan tembakan peluru tajam.

Baca: Presiden Suriah Ragukan Kematian Abu Bakr al-Baghdadi

Pada 22 Oktober lalu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menemui Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menandatangani nota kesepahaman yang isinya mengharuskan militan Kurdi (YPG) harus mundur dari zona aman yang dikontrol Turki di Suriah timur laut dalam waktu 150 jam. Setelah tenggat waktu berakhir, Ankara dan Moskow akan bekerjasama menggelar patroli di zona aman yang telah ditentukan.

Pemerintah Turki meyakini para pejuang Kurdi memiliki hubungan dengan kelompok Kurdi di Turki yang telah menyerukan perlawanan terbuka melawan pemerintah. Karena itu, Erdogan merasa harus menjauhkan para pejuang Kurdi dari wilayah perbatasan Turki-Suriah. (Fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*