Pasukan Populer IrakMosul, LiputanIslam.com — Pasukan populer Irak mengumumkan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak memiliki peran apapun dalam rencana persiapan pembebasan Mosul, provinsi Naniveh, yang merupakan benteng pertahanan terakhir kelompok teroris transnasional Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Pernyataan ini merupakan reaksi atas pemberitaan situs berita Turki, Al-Zaman yang mengutip narasumber AS, yang menyebutkan bahwa pasukan AS telah menyiapkan 5 batalyon untuk serangan terhadap ISIS yang rencananya akan dilancarkan pada bulan April.

“Orang-orang AS tidak memiliki peran dalam langkah-langkah yang diambil untuk membebaskan Mosul,” sebut Ahmad Al-Asadi, juru bicara pasukan populer Irak, seperti dilansir Farsnews, (23/02/2015).

Dia mencatat bahwa tidak ada tentara Amerika yang menempatkan diri sebagai pelatih, penasihat atau bergabung dengan di Irak untuk bersiap mengambil alih Mosul.

Sementara itu, Hossin Salem, anggota Parlemen Pertahahan dan Keamanan Irak menegaskan bahwa pasukan koalisi anti-ISIS, justru tengah berusaha melemahkan upaya tentara mapun pasukan populer Irak di wilayah yang dikontrol teroris ISIS.

Awal pekan ini, Perdana Menteri Irak Haidar al-Abadi mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk merebut Mosul, dan untuk itu diperlukan senjata dan armada yang lebih banyak untuk menghadapi ISIS.

Serangan udara atas Mosul pun kembali diintensifkan. Laporan terakhir dari Al-Arabiya menyebutkan, sekitar 60 orang teroris ISIS tewas. Selain itu, kelompok ini dikabarkan mulai menarik anggotanya dari salah satu kota terbesar di Irak tersebut.

Menteri Irak Kritik Statemen Komandan AS

Menteri Pertahanan Irak Khaled al-Obeidi mengkritik AS yang menyebutkan rencana serangan untuk merebut kembali Mosul dari tangan ISIS. Menurut dia, seorang komandan militer harusnya tidak menunjukkan tangan mereka kepada musuh.

“Serangan atas Mosul sepenuhnya diputuskan oleh Irak. Namun bahwasanya ada Pejabat Komando Pusat AS yang memprediksi serangan itu kemungkinan akan dilancarkan pada bulan April atau Mei, sebenarnya ia tidak memiliki informasi apapun tentang masalah ini,” jelasnya.

”Ini adalah perang kota dan kami memiliki populasi warga sipil. Sangat penting bagi kami untuk mengambil waktu yang tepat dalam melakukan rencana serangan ini. Seorang pejabat militer harusnya tidak mengungkapkan kapan waktu serangan. Dan operasi untuk merebut Mosul, sepenuhnya ada pada Komandan Militer Irak,” tegasnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL