car-french-soldier-story-topBangui, LiputanIslam.com — Pasukan pertama Uni Eropa dari Perancis tiba di Afrika Tengah, Rabu (9/4), seminggu setelah kontingen pasukan Uni Afrika dari Chad meninggalkan negeri ini, di tengah aksi-aksi kekerasan yang semakin meningkat.

Kontingen pertama pasukan dari Uni Eropa berkekuatan 55 tentara kini telah memulai tugasnya dengan melakukan patroli di ibukota Bangui. Demikian laporan kantor berita Perancis AFP mengutip keterangan jubir militer Perancis.

Francois Guillermet mengatakan ke-55 pasukan European Union Force (EUFOR) itu melakukan patroli pertamanya di Bangui hari Rabu dengan tujuan “menjaga keamanan dan memberikan pelatihan kepada aparat keamanan lokal”.

Perancis juga telah menyerukan kepada PBB untuk menyetujui pengiriman 12.000 pasukan Uni Eropa ke Afrika Tengah melalui pemungutan Sidang DK PBB hari ini (10/4), untuk menggantikan pasukan Uni Afrika yang jumlahnya berkurang setelah hengkangnya sebagian pasukan Chad.

Utusan Perancis di PBB mengatakan, hari Rabu, pihaknya berharap DK PBB menyetujui pengiriman 10.000 tentara dan 1.800 polisi untuk menggantikan 5.000 pasukan Uni Afrika.

Kedatangan pasukan tersebut saat Samatha Power, dubes AS di PBB, melakukan kunjungan keduanya ke Afrika Tengah sejak krisis terjadi di negeri itu Desember tahun lalu. Power menyerukan penambahan pasukan pendukung bagi pasukan Perancis yang sudah ada di negeri itu.

Sementara Chad telah menarik 850 pasukannya di tengah tuduhan mereka telah melakukan tindakan kekerasan terhadap warga sipil. Pasukan Chad, yang mayoritas penduduknya muslim, tidak disukai oleh penduduk kristen setempat dan dituduh telah berpihak kepada milisi muslim Seleka.

Bulan lalu sebuah insiden penembakan oleh sekelompok pasukan Chad mengakibatkan 32 orang di Bangui, meski pemerintah Chad berkukuh pasukannya hanya melakukan pembelaan diri dari serangan milisi Kristen.(ca/aljazeera.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL