Central African Republic supportBangui, LiputanIslam.com — Pasukan penjaga perdamaian di Afrika Tengah mengawal lebih dari 1.200 warga Muslim keluar dari Bangui, ibu kota Afrika Tengah. Mereka merupakan warga Muslim terakhir yang masih berada di wilayah itu dan menjadi target para militan Kristen.

Dilansir dari BBC, warga Muslim tersebut dibawa ke wilayah yang jauh lebih aman di utara negara tersebut. Negara tersebut tengah dilanda konflik saudara sejak pemberontak Seleka yang muslim, menggulingkan presidennya yang Kristen pada Maret 2013. Mayoritas pemberontak Muslim Seleka dituduh telah menargetkan para warga Kristen yang memicu kekerasan semakin memburuk.

Pada Jumat lalu, dilaporkan sebanyak 22 orang, termasuk tiga pekerja medis MSF telah tewas dalam serangan di kota Nanga Boguila. Pembunuhan itu terjadi pada Sabtu dan mayoritas korban tewas ketika klinik MSF yang tengah beroperasi diserang.

Menurut Gilles Xavier Nguembassa, mantan anggota parlemen di wilayah itu, kelompok pemberontak Seleka bertanggung jawab atas serangan itu. Tak lama setelah para Muslim mengungsi, penjarahan pun terjadi.

“Kami tak ingin ada Muslim di sini dan kami tak ingin masjid mereka di sini juga,” kata penjarah Guy Richard. Sejumlah warga Muslim masih tinggal di Bangui, tetapi ribuan lainnya telah meninggalkan rumahnya akhir-akhir ini.

 

7 Tewas dalam Bentrokan Terakhir

Bentrokan-bentrokan antara penjaga perdamaian Prancis yang dikerahkan di Republik Afrika Tengah dan orang-orang bersenjata tak dikenal awal pekan ini telah menyebabkan tujuh orang tewas, kata misi Perserikatan Bangsa Bangsa, Sabtu (26/4).

Para prajurit Prancis berpatroli di ibu kota Kabupaten PK5 yang sebagian terbesar berpenduduk Muslim ketika mereka melepaskan tembakan Kamis malam, memicu balasan, kata seorang perwira di pasukan penjaga perdamaian Afrika MISCA sebelumnya.

Misi PBB tidak mengatakan apakah ada korban terluka dalam penembakan itu, tetapi menambahkan tiga rumah hampir hancur dalam insiden itu.

Penduduk Muslim di kabupaten itu “sangat marah terhadap Prancis” setelah balasan mereka, termasuk dukungan helikopter, tambahnya.

Sebuah sumber yang dekat dengan pasukan Prancis Jumat membenarkan insiden tersebut, tetapi tidak memberikan jumlah korban tewas atau cedera.

Namun Juru Bicara Komunitas Muslim di PK5 , Abakar Moustapha mengatakan lima warga telah tewas dan beberapa orang lainnya terluka.

“Tentara Prancis mencari rumah yang diduga sebagai sebuah gudang senjata di distrik Kamerun (PK5) ketika mereka diserang oleh pemuda yang marah karena pemilik rumah warga Senegal tidak di Bangui,” katanya.

Seorang Juru bicara Palang Merah Afrika Tengah mengatakan, tiga orang dengan luka tembak dibawa ke rumah sakit PK5 Kamis malam.

Republik Afrika Tengah, salah satu negara-negara termiskin di dunia. Negara yang mayoritas Kristen ini terperosok ke dalam krisis setelah kudeta oleh pemberontak yang sebagian besar Muslim Seleka, Maret, tahun lalu.(ca/republika.co.id)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL