crimea-EPA-1024x576Sevastopol, LiputanIslam.com — Pasukan Krimea merebut 3 kapal perang milik Ukraina yang berlabuh di pelabuhan Sevasopol, Krimea, Kamis malam (20/3).

Laporan-laporan menyebutkan adanya tembak-menembak saat pasukan Krimea pro-Rusia menyerbu kapal korvet Khmelnitsky. Namun tidak ada laporan tentang korban tewas atau terluka dalam peristiwa itu.

Kapal perang lainnya, Lutsk, dikepung oleh pasukan Krimea. Pasukan lainnya menyerbu kapal korvet Ternopil dan memaksa awaknya untuk meninggalkan kapal.

Sementara itu Deputi Menhan Ukraina Leonid Polyakov menuduh tentara Rusia secara terus-menerus mengancam akan menyerbu pangkalan-pangkalan militer Ukraina yang berada di Krimea. Pada hari Rabu (19/3) pasukan Ukraina dan Rusia bahkan menyerbu markas AL Ukraina di Krimea dan menanan komandan AL Ukraina di Krimea, Rear Admiral Serhiy Haiduk dan beberapa perwira lainnya, sebelum akhirnya dibebaskan sehari kemudian.

Dubes Ukraina di PBB Yuri Klymenko menyebutkan bahwa Rusia tengah mempersiapkan invasi terhadap wilayah Ukraina yang lebih luas.

“Ada indikasi bahwa Rusia tengah mempersiapkan invasi militer besar-besaran di wilayah timur dan selatan Ukraina,” katanya.

Obama Tolak Intervensi

Sementara itu Presiden Barack Obama mengesampingkan penggunaan militer dalam penyelesaian krisis Krimea-Ukraina. Ia menyebut pilihan tersebut sebagai “tidak tepat”.

“Menurut saya, dan bahkan pemerintah Ukraina mengakui bahwa bagi kami, melayani Rusia secara militer adalah tindakan yang tidak tepat, juga tidak baik bagi Ukraina sendiri,” kata Obama dalam wawancara dengan Mark Mullen dari NBC, hari Rabu (19/3).

“Apa yang akan kami lakukan adalah memobilisasi semua upaya diplomatik untuk memastikan bahwa kita memiliki korealsi internasional yang kuat yang akan mengirimkan pesan yang jelas,” tambah Obama diplomatis.

Sejauh ini Amerika telah menerapkan sanksi ekonomi terhadap beberapa pejabat tinggi Rusia dan Krimea, yang dibalas Rusia dengan mengeluarkan larangan berkunjung terhadap beberapa pejabat dan politisi Amerika.(ca/press tv/wall street journal)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL