Iraq-RamadiBaghdad, LiputanIslam.com — Pasukan Irak berhasil merampas sejumlah senjata canggih buatan Israel dari tangan para pemberontak teroris. Demikian pernyataan seorang komandan pasukan khusus Irak.

Fadhel Jamil al-Barwari, komandan pasukan khusus “Batalyon Emas” membuat pernyataan tersebut di akun Facebook miliknya baru-baru ini. Menurut pengakuannya, seluruh senjata yang berhasil dirampas dari tangan para teroris sejak tahun 2006 adalah buatan Israel.

Barwari adalah seorang tokoh dari klan (keluarga) al-Barwari yang tinggal di area kota Duhok hingga perbatasan Irak dengan provinsi Kurdistan di utara Irak. Pada tahun 2003 ia membentuk pasukan khusus yang sebagian besar anggotanya berasal dari klannya, dengan misi utama memerangi kelompok-kelompok teroris bersama pasukan reguler Irak. Mereka kini terlibat pertempuran sengit melawan ISIL dan kelompok-kelompok militan ekstrem lain di Provinsi Anbar.

Barwari mengklaim pasukannya kini telah dilengpai dengan rudal-rudal baru untuk memerangi para teroris.

Sementara itu pada hari Sabtu (8/2) Gubernur Anbar Ahmed al-Dulaimi mengeluarkan ultimatum kepada para pemberontak yang menguasai kota Fallujah untuk menyerah dala  waktu seminggu. Pada saat yang sama militer melakukan persiapan untuk menyerbu kota ini dengan menempatkan pasukannya di posisi-posisi strategis di seputar kota.

Namun Gubernur Dulaimi menegaskan bahwa pihaknya tetap tidak akan memberi toleransi kepada kelompok ISIL yang disebutnya sebagai “pembunuh dan kriminal”.

SEjauh ini tentara Irak dan milisi-milisi Sunni pro-pemerintah telah berhasil membersihkan sebagian besar kota Ramadi, ibukota Provinsi Anbar, dari para pemberontak teroris. Sementara serangan terhadap Fallujah yang diduduki pemberontak masih terhambat oleh faktor keselamatan penduduk sipil.

Human Rights Watch (HRW) dalam pernyataan resminya baru-baru ini mengecam ISIL atas kejahatan-kejahatan kemanusiaan yang dilakukannya tidak saja terhadap aparat keamanan Irak, namu juga terhadap warga sipil. HRW memperkirakan saat ini terdapat lebih dari 140.000 penduduk yang terusir dari tempat tinggalnya akibat pertempuran.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL