bahrainManama, LiputanIslam.com — Pasukan rezim pemerintah di Bahrain telah melakukan kekerasan terhadap demonstran anti-pemerintah. Di sejumlah desa dekat ibukota Bahrain, Manama, pasukan menembakkan gas air mata dan peluru karet kepada para demonstran.

Tindakan keras itu terjadi manakala demonstran tengah menyuarakan aspirasinya – sebagai tanda solidaritas terhadap para tahanan politik. Mereka juga menuntut mundurnya Rezim Al-Khalifa.

Awal bulan ini, di Bahrain juga terjadi unjuk rasa di Pulau Sitra untuk mengekspresikan kemarahan mereka atas kebijakan pemerintah. Pemerintah Bahrain memberikan kewarganegaraan untuk orang asing, tak lama setelah pengadilan mencabut kewarganegaraan 13 orang penduduk Bahrain dengan tuduhan terlibat terorisme.

Berbagai unjuk rasa anti-pemerintah telah mewarnai Bahrain dalam beberapa tahun terakhir. Sejak pertengahan Februari 2011, rakyat turun ke jalan-jalan untuk berdemo, menyerukan kepada Dinasti Al-Khalifa agar mundur dari jabatannya.

Dari laporan Press TV, 21 Agustus 2014, sebulan sejak meletusnya  unjuk rasa anti-pemerintah, pasukan dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dikerahkan ke negara itu membantu pemerintah Bahrain menindak keras para demonstran damai.  Menurut sumber setempat, puluhan orang telah tewas dan ratusan lainnya ditangkap.

Kelompok pembela HAM  telah menyuarakan keprihatinan mereka  atas perlakuan Rezim  terhadap para aktivis Bahrain. Mereka ditahan dan dipenjara, diperlakukan dengan kejam oleh aparat keamanan setempat. Namun anehnya, media-media Barat bungkam atas penindasan yang dilakukan Rezim Bahrain terhadap rakyatnya. (ba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL