komandan as di eropaKiev, LiputanIslam.com — Pasukan AS akan segera memberikan pelatihan militer kepada para personil militer Ukraina yang tengah berperang melawan separatis dukungan Rusia. Seorang pejabat militer AS di Eropa baru-baru ini mengatakan hal ini.

Seperti dilansir kantor berita Iran Press TV, satu batalion pasukan instruktur militer AS akan melatih 3 batalion pasukan Ukraina di kamp latihan militer Yavariv di kota Lviv, Ukraina barat, pada bulan Maret mendatang. Hal ini diumumkan oleh komandan pasukan AS di Eropa Letjen Ben Hodges, Rabu (11/2).

Menurut Hodges, pasukan pelatih AS tersebut akan memberikan pelatihan medan pertempuran seperti bagaimana mempertahankan diri dari serangan roket dan artileri serta mengamankan jalan, jembatan dan infrastruktur lainnya.

Selain itu pasukan Ukraina juga akan mendapatkan pelatihan tentang perlakuan terhadap korban peperangan dan bagaimana menghadapi situasi dimana komunikasi tidak berfungsi.

Hodges membuat pernyataan itu dalam kunjungannya di markas pasukan NATO di kota Szczecin, Polandia. Meski pelatihan itu akan dilakukan di tengah berkecamuknya perang di Ukraina timur, ia mengatakan bahwa program tersebut telah direncanakan beberapa bulan yang lalu.

Pertempuran dan Perundingan

Sementara itu pertempuran di Ukraina timur terus bergejolak. Pejabat wilayah separatis Donetsk mengatakan 5 warga sipil tewas dan 9 orang terluka akibat sebuah bom yang ditembakkan pasukan Ukraina menghantam sebuah bus di kota itu, Rabu (11/2). Selain itu 3 orang lainnya tewas akibat serangan artileri pada malam hari dan seorang tewas setelah sebuah bom menghantam rumah sakit di Donetsk.

“Sebuah bom menghatam rumah sakit nomor 20, menimbulkan kebakaran hebat,” kata Yuliana Bedilo, pejabat setempat kepada AFP.

Di sisi lain pejabat-pejabat Ukraina mengumumkan bahwa 19 pasukan mereka tewas dan 78 lainnya terluka dalam pertempuran di Ukraina. Sementara untuk mengantisipasi situasi yang semakin memburuk, pemerintah Ukraina menyatakan kesiapannya untuk menerapkan kondisi darurat perang.

“Pemerintah dan parlemen siap untuk menerapkan hukum darurat di seluruh Ukraina,” kata Presiden Poroshenko, Rabu (11/2).

Ia menambahkan bahwa perundingan Minsk akan menentukan apakah pemerintah Ukraina akan menempuh kebijakan diplomatik, atau melalui jalur lain yang sangat berbeda (perang).

Di sisi lain upaya damai juga terus dilakukan. Pada hari Rabu empat pemimpin negara-negara Perancis, Jerman, Rusia dan Ukraina menggelar pertemuan di ibukota Belasuria, Minsk, sebagai tindak lanjut dari pertemuan-pertemuan mereka sebelumnya di Kiev dan Moskow.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL