pasukan as ukrainaKiev, LiputanIslam.com — Pasukan khusus terjung payung AS mulai melakukan pelatihan militer kepada tentara Ukraina untuk memerangi kelompok separatis. Demikian kantor berita Iran Press TV melaporkan, Senin (20/4).

Hari Kamis (16/4) AS mengumumkan bahwa sebanyak 300 pasukan khusus terjun payung (paratroops) AS telah tiba di Yavoriv, Ukraine barat, untuk memberikan pelatihan kepada pasukan Ukraina dalam misi yang diberi sandi ‘Fearless Guardian’.

Pada hari Minggu (19/4) Presiden Ukraina Petro Poroshenko bahkan menyambut pasukan AS dari kesatuan 173-rd Airborne Brigade dalam sebuah upacara militer di sebuah pangkalan militer di Yavoriv.

“Kita adalah saksi mata dan partisipan langsung dalam membentuk militer Ukraina yang baru, yang seperti buruk phoenix pulih kembali setelah hancur lebur cukup lama,” kata Poroshenko.

Pasukan AS itu ditargetkan akan memberikan pelatihan kepada 900 personil National Guard Ukraina yang akan dikirimkan ke Ukraina timur, meski perjanjian gencatan senjata Minsk memerintahkan penarikan pasukan dari tempat-tempat konflik.

Pasukan AS itu akan melakukan misi pelatihan selama 6 bulan.

AS telah mengumumkan rencana pelatihan itu tahun lalu namun tertunda setelah adanya pertemuan di Minsk Februari lalu yang menghasilan kesepakatan gencatan senjata.

Rusia mengecam pengiriman pasukan AS itu dan menyebutnya sebagai langkah yang akan membuat situasi di Ukraina semakin tidak stabil. Sejauh ini konflik di Ukraina timur telah menelan nyawa 6.000 orang lebih.

“AS dan sekutu-sekutunya telah melewati semua garis yang ada dalam upayanya menjadikan Ukraina sebagai orbitnya. Hal itu tidak akan membuat kami melakukan reaksi yang salah,” kata Menhan Rusia Sergei Shoigu dalam sebuah konperensi keamanan di Moskow, minggu lalu.

Alexander Nekrassov, mantan penasihat pemerintah Rusia yang tinggal di Inggris, dalam wawancara dengan Press TV, Minggu (20/4) mengatakan bahwa apa yang dilakukan AS dan sekutu-sekutunya di Ukraina adalan mempersiapkan operasi militer besar-besaran terhadap kepentingan Rusia di Ukraina.

“Para instruktur militer AS telah datang untuk memberikan pelatihan hingga bulan November, yang berarti bahwa mereka tengah mempersiapkan untuk melakukan serangan baru. Anda tidak perlu menjadi ahli militer untuk mengetahui hal ini,” kata Nekrassov.

Ia menyebut perundingan gencatan senjata di Minsk bulan Februari lalu hanyalah taktik AS dan sekutu-sekutunya untuk melepaskan diri dari tekanan, dimana ribuan pasukan Ukraina dan tentara bayaran barat mengalami kekalahan dan terkepung.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL