NATO_troopsKiev, LiputanIslam.com — Sekitar 1.300 pasukan AS dan NATO telah memulai latihan perang di dekat Lviv di Ukraina barat. AS mengklaim latihan itu telah direncanakan jauh hari sebelum terjadi konflik bersenjata di Ukraina timur. Demikian laporan BBC News.

Sebelumnya Menhan Ukraina Valery Heletey telah mengklaim bahwa negara-negara NATO telah mengirimkan persenjataan ke Ukraina. Namun ia menolak menyebutkan negara-negara dimaksud dan jenis senjata yang dikirim. Di sisi lain pertempuran masih tetap berlangsung meski adanya gencatan senjat, terutama di sekitar kota Donetsk.

Pejabat berwenang menyebutkan 200 tentara AS terlibat dalam latihan perang berkode “Rapid Trident” yang digelar di dekat perbatasan Polandia, atau sekitar 1.000 km dari wilayah konflik di Ukraina timur.

Latihan perang ini melibatkan 15 negara anggota NATO dan negara-negara bekas blok Uni Sovyet yang tergabung dalam program kerjasama Nato’s Partnership for Peace.

Sementara itu tembak-menembak dan perang mortir terjadi di sekitar bandara Donetsk dengan masing-masing pihak menuduh lawannya sebagai pelanggar gencatan senjata. Enam orang dikabarkan tewas dalam pertempuran di sekitar bandara Donetsk yang dipertahankan oleh pasukan pemerintah, hari Senin (15/9).

Sementara itu 2 kendaraan pengamat dari Organisasi Kerjasama Eropa (OSCE) tertembak oleh tembakan artileri di dekat Donetsk, Minggu (14/9). Namun tidak ada korban luka-luka dalam insiden itu.

Para pejabat NATO menuduh Rusia masih menempatkan sekitar 1.000 pasukan bersenjata berat di wilayah Ukraina dan menempatkan 20.000 pasukan di perbatasan Rusia-Ukraina. Sementara Rusia membantah hal tersebut, menyebut keberadaan orang-orang Rusia di Ukraina sebagai sukarelawan.(CA)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL