paspampres perancisParis, LiputanIslam.com — Pasukan Pengawal Presiden (Paspampres) Perancis yang berjumlah 180 personil mengajukan protes resmi setelah mendapatkan tugas yang lebih berat. Demikian media Perancis melaporkan, Rabu (6/5).

Dikutip oleh Russia Today, para anggota Paspampres Perancis mengklaim tugas mereka menjadi tidak lagi bisa ditanggung sejak status keamanan Perancis ditingkatkan paska serangan teroris di kota Paris Januari lalu.

Di antara kondisi yang tidak bisa ditanggung itu, sebut perwira Paspampres Perancis, adalah rompi anti-peluru yang lebih berat. Peralatan ini, klaim mereka, membuat sulit bagi kulit mereka untuk bernafas sehingga badan mereka kepanasan. Selain itu, mereka harus berbagi rompi dengan rekan mereka karena jumlah rompi yang tidak cukup. Demikian seperti dilaporkan situs berita Perancis The Local.

Selain itu para personil Paspampres juga harus membawa peralatan lain yang lebih berat, seperti senapan mesin, peluru yang lebih banyak dan peralatan lain yang secara keseluruhan membuat mereka harus menjinjing peralatan 15 kg lebih berat terus-menerus.

Mereka pergantian jam kerja juga dianggap lebih berat. Seorang personil misalnya harus berdiri selama 8 jam 45 menit tanpa istirahat.

Paspampres bukan satu-satunya satuan keamanan yang tidak senang dengan kebijakan baru keamanan Perancis itu. Bulan April lalu juga melakukan aksi protes setelah sebelumnya pada bulan Maret perwakilan Polisi Militer mengingatkan bahaya kesehatan karena tugas yang yang mereka tanggung.

“Risikonya adalah kehilangan kewaspadaan, sehingga saat serangan yang sebenarnya terjadi kami tidak bisa menghentikannya,” kata Jean-Hugues Matelly, mewakili teman-temannya dari satuan Polisi Militer kepada radio Europe 1.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL