IkanSingapura, LiputanIslam.com – Harga ikan di Singapura melonjak naik akibat berkurangnya pasokan dari Malaysia. Contohnya, harga ikan layang atau ikan selar, naik hingga 14 % yaitu dari sekitar 7 dollar menjadi 8 dollar Singapura.

Seperti dilaporkan oleh chanelnewsasia.com, pada 17 November 2014, beberapa penjual ikan di pasar Chinatown menyatakan bahwa kenaikan harga ikan terjadi setelah Malaysia mengeluarkan instruksi untuk menghentikan ekspor ikan ke Singapura. Alasannya, untuk antisipasi ketersediaan pasokan ikan selama musim hujan.

Karena itu, Singapore Fish Merchant’s General Association mengatakan, berkurangnya pasokan dari Malaysia akan diantisipasi dengan mengimpor ikan dari negara-negara lain, seperti Indonesia, Vietnam, dan Thailand. Meski demikian, beberapa penjual ikan menyatakan bahwa pasokan ikan dari Malaysia masih tetap ada, walau dalam jumlah yang lebih kecil.

Seperti diketahuo, pertama kali sejak Kabinet Kerja terbentuk, kapal nelayan berbendera Malaysia yang melakukan aksi illegal fishing atau pencurian ikan di perairan Indonesia berhasil ditangkap oleh Satuan Polisi Air Polres Bengkalis, pada 3 November 2014. (Baca: Aksli Illegal Fishing Ketahuan, Kapal Malaysia Ditangkap)

Masih di awal bulan November, TNI AL berhasil menangkap lima kapal asing yang memasuki teritorial Indonesia. Kapal asing tersebut, adalah kapal pencuri ikan dari Vietnam, Thailand dan Malaysia. (Baca: Dalam Sepekan, Lima Kapal Asing Ditangkap)

Dan saat Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berkunjung ke Berau, Kalimantan, ia juga berhasil menangkap tiga kapal asing pencuri ikan. (Baca: Blusukan ke Berau, Menteri Susi Tangkap Tiga Kapal Asing)

Dan baru-baru ini, sebanyak 132 perahu asing dan 400 orang yang berasal dari Malaysia dan Filipina berhasil diamankan oleh Tim Kelautan dan Perikanan. Koran Utusan Malaysia mengangkat kasus ini sebagai headline, dan dalam laporannya menyebutkan, bahwa 200 nelayan asal Negeri Jiran tersebut telah ditangkap karena memasuki perairan Indonesia. Dan karenanya, Duta Besar Malaysia untuk  Indonesia, Datuk Seri Zahrain Mohammed Hashim, masih menunggu klarifikasi dari pihak pemerintah, dan jika benar nelayan tersebut adalah warga negara Malaysia, maka pihaknya akan memberikan bantuan hukum.

Apakah Malaysia kini kekurangan pasokan ikan akibat kapal-kapal pencuri ikan tersebut ditangkapi satu persatu di wilayah perairan Indonesia? (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL