texas-ebola-hazmat-suits-horizontal-galleryDallas, LiputanIslam.com — Orang pertama yang terdiagnosa menderita virus ebola di AS, akhirnya meninggal dunia. Demikian keterangan pejabat otoritas kesehatan AS, Rabu (8/10).

Thomas Eric Duncan, dinyatakan tertular virus ebola di negaranya, Liberia pertengahan September lalu, sebelum pergi ke AS untuk menemui kerabatnya. Ia baru terdiagnosa virus ebola setelah jatuh sakit dan memeriksakan diri di rumah sakit di Dallas. Sejak  sejak itu ia menjalani perawatan intensif di ruang isolasi, termasuk mendapatkan serum ujicoba ZMapp. Namun kondisinya terus memburuk.

Sebelumnya, Rabu (8/10), pemerintah AS mengumumkan prosedur keamanan baru di titik-titik masuk ke AS untuk mendeteksi penumpang yang terinfeksi virus ebola. Demikian laporan BBC News.

Sejauh ini telah lebih dari 3.600 orang tewas dari sekitar 7.500 kasus infeksi ebola di negara-negara Afrika barat, sejak wabah terburuk ebola itu mulai merebak bulan Februari lalu.

“Dengan sangat sedih dan berat hati kami harus mengumumkan meninggalnya Thomas Eric Duncan pagi ini pukul 7.51,” kata jubir Rumah Sakit Dallas.

Pengumuman itu disampaikan tidak lama setelah Menlu John Kerry mendesak negara-negara di dunia untuk meningkatkan respon dalam memerangi virus ebola.

“Lebih banyak negara yang bisa, dan harus meningkatkan responnya,” kata Kerry dalam konperensi pers bersama Menlu Inggris Philip Hammond.

Demi memerangi penyebaran ebola, AS telah menjanjikan pengiriman 4.000 pasukan ke Afrika, barat, sedangkan Inggris mengirimkan 750 personil militer ke Sierra Leone.

Duncan yang bekerja sebagai sopir perusahaan kurir, dinyatakan mengidap virus ebola pada tanggal 30 September lalu di Dallas, 10 hari setelah tiba di AS dari Monrovia, Liberia.

Ia mengalami sakit, beberapa hari kemudian, namun para dokter baru menaruh perhatian serius setelah ia memberitahukan dirinya baru tiba dari Liberia, negara yang paling parah terserang wabah ebola. Selanjutnya ia ditempatkan di ruang isolasi dan mendapatkan perawatan intensif, namun kondisinya terus memburuk sebelum akhirnya dinyatakan meninggal. 10 orang yang diketahui melakukan kontak dengannya, kini dalam pengawasan ketat petugas kesehatan.

Bila Duncan terdiagnosa virus ebola di AS, 3 orang pekerja sukarela AS sebelumnya terinfeksi di Afrika dan mendapatkan perawatan di AS. Kini ketiganya telah sembuh dari penyakit mematikan itu setelah mendapatkan pengobatan serum ZMapp.

Sementara itu kasus pertama penularan virus ebola di luar Afrika pertama dilaporkan terjadi di Spanyol, Rabu (8/10), ketika seorang perawat yang merawat penderita virus ebola, terinfeksi virus mematikan itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL