New York, LiputanIslam.com—Pemerintah AS beberapa waktu lalu memutuskan untuk keluar dari Organisasi Pendidikan dan Budaya PBB (UNESCO) karena menuduh badan itu “bias anti-Israel.” Namun, pasca pengunduran tersebut, dukungan dunia internasional terhadap badan PBB itu malah terlihat meningkat.

Sekjen PBB Antonio Guterres pada Kamis (12/10/17) menyatakan penyesalannya atas keputusan AS tersebut, meski menurut penuturan dari juru bicaranya, Fahran Haq, sang sekjen tidak melihat tindakan itu sebagai masalah besar. Haq mengatakan, “ada saatnya ketika ada perbedaan antara isu sana-sini, namun sekjen [Guterres], seperti yang Anda lihat, bekerja dengan baik dengan pemerintah AS.”

Hanya sehari setelah AS menyatakan pengunduran, pemerintah China mempertegas dukungan mereka kepada UNESCO.

Menlu China melalui juru bicara Hua Chunying mengatakan, “China berharap semua negara memberikan kontribusi untuk melestarikan perdamaian internasional. Kami akan terus berperan positif di UNESCO dan juga melakukan kerjasama dengan negara lain.”

Pemerintah Presiden AS Donald Trump pada Kamis lalu menyatakan akan membuat “utusan peneliti” untuk mengganti wakil mereka di UNESCO, setelah badan itu menunjuk kota lama al-Khalil (Hebron) sebagai situs bersejarah Palestina.

Duta AS untuk PBB, Nikki Haley, memperingatkan bahwa semua badan PBB akan ditindak hal yang serupa. Ia mengatakan, AS akan mengevaluasi semua badan PBB “dengan lensa yang sama.”

“Visi UNESCO sudah bagus. Tapi sayangnya, politisasi yang ekstrem di dalamnya telah menjadi hal yang memalukan,” tukas Haley.

“Seperti yang kami katakan pada 1984 ketika Presiden Reagan mundur dari UNESCO,  para pembayar pajak AS tidak perlu membayar untuk kebijakan yang berlawanan dengan nilai-nilai kami dan menginjak-injak keadilan dan akal sehat,” tegasnya. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL