Seoul, LiputanIslam.com – Pemerintah Cina telah memboikot pariwisata Korea Selatan sejak pemerintah Seoul menyetujui pemasangan sistem anti-rudal yang didukung AS awal tahun ini.

Sistem yang diberi nama Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) ini berfungsi untuk mencegah serangan rudal yang mungkin akan dilakukan Korea Utara. Pemerintah Cina  sudah berulang kali mengungkapkan kecaman karena radar kuat sistem tersebut dapat menembus wilayah Cina.

Pemerintah Cina pun dilaporkan melarang agen-agen wisata untuk menjual tiket perjalanan ke Korea Selatan.

Akibatnya, menurut Organisasi Pariwisata Korea, Korea Selatan mengalami penurunan pengunjung dari Cina sebesar 40 persen. Pemesanan tempat penginapan wisatawan juga turun 28 persen tahun ini, menurut lembaga ForwardKeys, penyedia data industri perjalanan.

“Ada penurunan jumlah wisatawan Cina di Seoul sejak kontroversi THAAD,” kata Kil Ki-yon, direktur perusahaan pariwisata, Seoul Tiger Bus, seperti dikutip oleh kantor berita CNN.

Menurut perkiraan, Korea Selatan dapat kehilangan pendapatan sebesar $ 9,63 miliar dari sektor pariwisata.

Pemerintah Korsel pun berinisiatif menarik wisatawan dari Jepang dan Asia Tenggara untuk mengatasi kerugian tersebut. Namun, meningkatnya ketegangan regional atas Korea Utara telah mengurangi minat pengunjung dari dua negara tersebut. (AL/RT)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL