senat asWashington DC, LiputanIslam.com — Pemimpin Partai Republik (oposisi) di Senat AS menunda pemungutan suara terhadap UU yang akan mewajibkan Congress (legislatif) untuk mengkaji kembali setiap perjanjian nuklir dengan Iran.

Seperti dilansir Press TV, pemimpin Faksi Partai Republik yang menguasai Senat AS, Mitch McConnell, tidak lagi memasukkan UU tersebut untuk diputuskan minggu depan, demikian pernyataan jubir Mitch McConnell, Kamis (5/3). Hal ini sesuai dengan aspirasi faksi Partai Demokrat yang tidak menghendaki undang-undang tentang Iran diputuskan sebelum berakhirnya perundingan program nuklir Iran yang dijadwalkan pada tanggal 1 Juli mendatang.

Keputusan McConnell itu kurang dari sehari setelah ia mengumumkan bahwa Congress akan memutuskan nasib UU sanksi terhadap Iran (Iran Nuclear Agreement Review Act of 2015) pada tanggal 10 Maret mendatang.

UU tersebut juga akan melarang pemerintah untuk mencabut sanksi terhadap Iran selama 60 hari pada saat Congress membahas masalah tersebut.

Keputusan tersebut tentu saja disambut hangat kubu Partai Demokrat. Senator Harry Reid, pemimpin Faksi Demokrat mengatakan, “Sebagai pemimpin kita harus membangun dukungan bipartisan kepada Israel, bukannya memenangkan kepentingan-kepentingan politik sesaat.”

“Ia (McConnell) melakukan hal yang tepat,” tambahnya.

Sementara itu Menlu John Kerry mengatakan, hari Rabu, bahwa pemerintah AS dan negara-negara P5 + 1 yang tengah terlibat perundingan nuklir dengan Iran, tidak akan terpengaruh dengan faktor-faktor politik internal AS.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*