Foto: facebook

Foto: facebook

Jakarta, LiputanIslam.com — Hengkang dari Gerindra, Ahok diincar oleh partai lain. Tercatat, tiga partai telah membuka pintu lebar-lebar bagi Ahok untuk bergabung. Siapa saja?

Pertama, PDI Perjuangan. Partai banteng ini menyatakan tidak masalah jika Ahok ingin bergabung.

“Bagi PDI Perjuangan itu tidak menjadi masalah. Dan kami terbuka sekali kalau Saudara Ahok bergabung ke PDIP,” ujar Tjahjo Kumolo, politisi senior PDI Perjuangan.

Kedua, Partai Nasional Demokrat (NasDem). Partai yang dipimpin Surya Paloh ini juga akan membuka pintu bagi Ahok. Apalagi dalam sejarahnya, Ahok merupakan salah seorang pendiri organisasi massa NasDem. Ormas ini tetap berdiri sampai sekarang meski sudah berubah menjadi partai NasDem.

“Saya yang buat kartu, sampai sekarang Ahok  masih anggota NasDem. Dia salah satu pendiri ormas Nasional Demokrat,” kata Wakil Ketua DPW Partai Nasdem Bestari Barus, Rabu, 10 September 2014, seperti dilansir Jpnn.

Ketiga, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).  Wakil Sekjen DPP PKB, Daniel Johan, menyatakan pihaknya tidak akan menutup diri bila Ahok ingin bergabung dengan PKB. Apalagi, Ahok memiliki visi yang sama dengan PKB untuk membangun bangsa dan negara. (Baca juga: Hengkang Tanpa Pamit, Prabowo Nilai Ahok Tak Punya Tata Krama)

“PKB untuk siapa saja membuka diri, termasuk untuk Ahok yang memiliki sejarah awal sangat dekat dengan Gus Dur dan PKB. Ahok dan PKB pun punya visi dan misi yang sama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi nilai pluralisme dan demokrasi dalam berbangsa,” kata Daniel dalam situs resmi PKB.

Ahok menyatakan mundur dari Partai Gerindra karena tidak setuju dengan kebijakan Partai Gerindra untuk mengubah Undang-undang Pemilihan Kepala Daerah dari langsung menjadi tidak langsung atau dipilih melalui mekanisme parlemen.

Dukungan untuk Ahok juga mengalir deras dari pengguna sosial media. Ramai-ramai netizen menggunakan tagar #Ngahok yang artinya “Gerakan Mengawal Ahok”. Ia dianggap berani mengambil keputusan, dan dikhawatirkan, Ahok akan dipersulit dalam memimpin Jakarta karena tidak memiliki partai pendukung.

“Sikap Ahok yang jelas ini sudah teruji berulang kali. Puncaknya adalah keberanian beliau mundur dari partainya sendiri. Sikap beraninya ini sebenarnya penuh resiko. Sebagai Gubernur nanti dia akan rawan ‘dikerjain‘ di DPRD krn tidak lagi punya partai pendukung. Maka dari itu kami tegaskan sekali lagi bahwa kami sepenuhnya berada di belakang Ahok,” kicau @partaisosmed, yang memiliki follower lebih dari 60.000. (ph)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL