Amman, LiputanIslam.com– Pemimpin Partai Buruh Inggris, Jeremy Corbyn, mengumumkan secara resmi pada Jumat (22/6/18) bahwa pemerintah Inggis masa depan di bawah naungan Partai Buruh akan mengakui Palestina sebagai negara.

Corbyn menyatakan hal tersebut dalam perjalanannya ke Yordania. Ia menegaskan, pengakuan negara Palestina dan “solusi dua-negara yang sejati” akan dicapai segera setelah Partai Buruh memenangi pemilu Inggris pada 2022 mendatang.

“Saya pikir harus ada pengakuan atas hak-hak rakyat Palestina atas negara mereka sendiri, seperti yang kami Partai Buruh katakan, kami akan akui itu di pemerintah sebagai negara yang utuh dan sebagai bagian dari PBB,” papar Corbyn.

Sehari setelah penyataan itu, Corbyn mengunjungi kamp pengungsi Al-Baqa’a di Yordania, yang telah lama menampung warha Palestina yang melarikan diri dari Tepi Barat dan Jalur Gaza selama Perang Arab-Israel pada 1967.

Setelah mengunjungi kamp, Corbyn menegaskan kebutuhan untuk mempertimbangkan hak-hak Palestina dalam proses damai apapun di masa depan. “Harus ada hak bagi rakyat Palestina untuk hidup dalam damai, seperti hak Israel.”

Corbyn merupakah tokoh Inggris yang sudah lama mengadvokasi Palestina. Ia mendukung Kampanye Solidaritas Palestina dan gerakan boycott, divest and sanctions (BDS). Corbyn juga lantang mengecam kekerasan Israel terhadap Palestina dan meminta Inggris untuk menghentikan penjualan senjata kepada Israel jika senjata tersebut “dapat dipakai dalam penyelewengan hukum internasional.”

Akibat kegiatan advokasinya kepada Palestina, Corbyn terus menerus diserang dan dituduh oleh lobby Israel di Inggris sebagai seorang “anti-Semit.”

Melihat penyataannya tentang pengakuan negara Palestina, tuduhan anti-Semit kepada Corbyn tampaknya tak akan hilang dalam waktu cepat. (ra/mintpress)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*