Jordan_parliament1Amman, LiputanIslam.com — Parlemen Yordania memerintahkan pengusiran dubes Israel dari Yordania melalui pemungutan suara yang digelar hari Rabu (26/2). Langkah ini dilakukan sebagai respon atas rencana Israel untuk mengambil alih kompleks Majid Al Aqsa serta aksi serbuan pasukan Israel atas tempat suci umat Islam itu sehari sebelumnya.

Wakil Majelis Rendah Khalil Attieh mengatakan kepada AFP  bahwa 86 dari 150 anggota parlemen memilih untuk mengusir Dubes Israel Daniel Nevo.

Pemungutan suara, yang berdasar konstitusi setempat tidak mengikat secara hukum namun memiliki dampak politik serius, terjadi sehari setelah 47 anggota parlemen, termasuk Attieh, menandatangani mosi menuntut pembatalan perjanjian damai Yordania-Israel tahun 1994.

“Semua wakil rakyat yang hadir dalam pertemuan hari ini untuk membahas perdebatan di parlemen Israel tentang kedaulatan atas Al Aqsa, memilih untuk “menendang keluar” utusan Israel dan menarik duta besar Yordania di Israel,” kata Attieh.

“Ini sebagai protes atas perdebatan di parlemen Israel (Knesset). Terserah pemerintah untuk bertindak atas suara. Jika tidak, kita akan mempertimbangkan mosi tidak percaya,” ancam Attieh.

Kantor berita Yordania Petra melaporkan bahwa mayoritas anggota parlemen “menuntut pemerintah segera mengambil tindakan untuk menghentikan skema Israel.”

Menurut seorang anggota parlemen, langkah Israel untuk menganeksasi Al Aqsa merupakan pelanggaran nyata atas perjanjian damai kedua negara dan pelanggaran atas kedaulatan Yordania mengingat secara historis Al Quds merupakan wilayah Yordania.

Di bawah perjanjian damai disebutkan bahwa Jordan adalah penjaga tempat-tempat suci Muslim di Yerusalem.

Pada Selasa malam (25/2), Knesset menggelar bagian pertama pembahasan tentang aneksasi komplek Al Aqsa yang digagas oleh partai sayap kanan, untuk “membebaskan” warga yahudi beribadah di kompleks tersebut.

Pemerintah Yordania sejauh ini belum berkomentar tentang langkah Israel tersebut. Namun kubu oposisi Front Aksi Islam (IAF) yang merupakan organisasi politik Ikhwanul Muslimin, mendesak pemerintah untuk membekukan kesepakatan damai Yordania-Israel.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL