suu kyiRangoon, LiputanIslam.com — Ambisi tokoh oposisi dan “pejuang HAM” Aung San Suu Kyi untuk menjadi presiden Myanmar mendatang terganjal oleh keputusan parlemen untuk tidak mencabut undang-undang yang melarang mantan tahanan politik itu maju sebagai kandidat presiden.

Keputusan parlemen tersebut dilakukan oleh tim panel parlemen, Jumat kemarin (13/6). Demikian keterangan 2 anggota panel kepada kantor berita Inggris Reuters, kemarin.

Panitia panel tersebut sebelumnya mendapat tugas untuk mengevaluasi konstitusi yang melarang seorang wanita yang menikah dengan warga asing atau putra warga asing untuk menjadi kepala negara.

Kedua sumber parlemen itu menolak menyebutkan identitasnya. Namun ia menjelaskan bahwa perubahan konstitusi tersebut ditolak oleh 26 dari 31 anggota panel.

Beberapa pengamat internasional meyakini bahwa klausal dalam konstitusi yang disusun oleh rezim militer tahun 2008 itu sengaja untuk mengganjal ambisi Suu Kyi.

Suu Kyi yang menjadi simbol perlawanan terhadap kediktatoran militer Myanmar sekaligus ikon perjuangan HAM internasional. Namanya menjadi kontroversi karena sikap diamnya atas penindasan warga muslim Rohingya. Ia bersuamikan seorang warga Inggris dan memiliki 2 putra.(ca/straits times)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL