parliamentLondon, LiputanIslam.com — Parlemen Inggris mendukung partisipasi Inggris dalam koalisi internasional melawan ISIS di Irak dan Suriah. Setelah berdebat selama 7 jam lebih, Jumat (26/9), parlemen Inggris akhirnya mendukung aksi militer Inggris melawan ISIS dengan suara 524 berbanding 43.

Para anggota parlemen dari partai Konservatif, Liberal Demokrat dan Buruh, semuanya mendukung langkah tersebut meski beberapa anggota parlemen menyatakan keprihatinannya atas masa depan konflik di Suriah. Demikian laporan BBC News.

BBC melaporkan, paska dukungan parlemen itu AU Inggris akan siap untuk melakukan aksi militernya di Irak pada hari Minggu (28/9).

Menhan Inggris Michael Fallon mengatakan bahwa operasi militer jangka panjang telah menunggu di depan dan akan ada beberapa serangan dalam waktu dekat.

Ia mengatakan bahwa tujuan utama misi militer Inggris adalah menghentikan pembantaian warga sipil di Irak, dan Inggris dan sekutu-sekutunya akan dipandu oleh inteligen Irak dan Kurdi dalam menentukan sasaran militernya.

Sebelum pemungutan suara di parlemen, Perdana Menteri David Cameron mengatakan kepada para anggota parlemen bahwa intervensi militer yang diminta pemerintah Irak “secara moral bisa dibenarkan” untuk memerangi “organisasi teroris brutal”.

Namun sejumlah politisi menyatakan penentangannya atas intervensi Inggris di Irak. Politisi partai buruh John McDonnell, misalnya, menyebutkan intervensi Inggris di Irak beberapa tahun lalu justru menjadi pemicu munculnya gerakan ekstremisme.

“Kita sepertinya akan melakukan kesalahan yang sama tanpa strategi alternatif,” katanya kepada BBC News.

Sementara pemimpin buruh Ed Milliband mengingatkan bahwa kegagalan di Irak akan membuat situasi semakin memburuk, dari kondisi buruk yang sudah ada akibat keberadaan ISIS.

AS mulai melancarkan serangan udaranya terhadap ISIS di Irak bulan lalu, dan hari Senin (22/9) operasi tersebut diperluas ke wilayah Suriah. Pesawat-pesawat tempur Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab juga terlibat dalam serangan udara tersebut. Sementara Perancis juga telah memulai serangan udaranya di Irak. AS mengklaim lebih dari 40 negara telah menyatakan bergabung dengan koalisi internasional melawan ISIS.

3.000 Warga Eropa Bergabung dengan ISIS
Sementara itu kantor berita Perancis AFP melaporkan, sebanyak 3.000 warga Eropa telah bergabung dengan kelompok ISIS. Hal ini disampaikan oleh Kepala Satuan Anti-Terorisme Uni Eropa Gilles de Kerchove, Selasa (23/9).

Angka 3.000 tersebut merupakan peningkatan signifikan dari angka sebelumnya yang hanya mencapai 2.000 orang.

“Penilaian saya pribadi adalah bahwa kita memiliki angka 3.000,” kata Kerchove ketika ditanya tentang jumlah warga Eropa yang bergabung dengan ISIS.

Kerchove menyebut keberhasilan ISIS menguasai wilayah luas di Suriah dan Irak serta proklamasi “negara khalifah” menjadi daya tarik bergabungnya sejumlah besar anggota baru dari berbagai negara termasuk Eropa.

Menurut Kerchove, negara-negara Eropa yang banyak menyumbangkan personil militan ke kelompok ISIS adalah  Perancis, Inggris, Jerman, Belgia, Belanda, Swedia, dan Denmarak. Selain itu sejumlah kecil militan juga datang dari Spanyol, Italia, Irlandia dan Austria.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL