London, LiputanIslam.com–Anggota parlemen Inggris telah mengajukan usul untuk mencabut kewarganegaraan istri Bashar Assad setelah ia menuduh media Barat melakukan kebohongan tentang suaminya. Demikian laporan dari surat kabar Sunday Times yang dikutip media RT pada Minggu (16/4) lalu.

Pernyataan itu disampaikan Asma Assad di media sosialnya. Ia menyalahkan media Barat atas kebohongan tentang penggunaan senjata kimia, yang kemudian dibalas dengan serangan rudal AS ke pangkalan udara Suriah beberapa waktu lalu.

“Pemerintah Suriah menegaskan bahwa apa yang dilakukan Amerika merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab, yang hanya mencerminkan kepicikan, pemikiran sempit, kebutaan politik dan militer dalam melihat realitas dan hiruk-pikuk kampanye propaganda palsu,” tulis Asma Assad, yang memegang kewarganegaraan ganda Inggris-Suriah tersebut.

Tuduhan serangan senjata kimia di Idlib sebelumnya sudah dibantah pemerintah Damaskus. Mereka menyatakan, justru angkatan udara Suriah menyerang sebuah gudang senjata kimia di Idlib, yang telah ditimbun oleh ISIS dan para militan al-Nusra Front.

Akibat tulisan Asma tersebut, Partai Demokrat Liberal Inggris berencana untuk mengajukan surat permintaan resmi ke pemerintah agar mencabut kewarganegaraannya.

“Jika Asma terus membela tindakan pembunuhan yang dilakukan oleh rezim Assad, Pemerintah Inggris akan mencabut kewarganegaraannya,” demikian yang tertulis di surat tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Telegraph.

Tuntutan anggota parlemen Inggris itu didasarkan pada Undang-Undang Kebangsaan Inggris yang membolehkan mencabut kewarganegaraan seseorang yang mengancam ‘kebaikan publik.’ Aturan ini diberlakukan pada bulan Juni 2006 dan hanya berlaku untuk orang-orang yang memiliki kewarganegaraan ganda.

Ada sekitar 40 kasus pencabutan kewarganegaraan di Inggris sejak 2010, terutama terhadap para tersangka teroris. (AL/RT)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL