pm cinaBeijing, LiputanIslam.com — Parlemen Cina mendukung rencana pemerintah untuk mengurangi target pertumbuhan ekonomi menjadi 7% dari sebelumnya sebesar 7,5%.

BBC News melaporkan, Minggu (15/3), para pemimpin Cina terpaksa harus lebih memilih pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil dan berkesinambungan daripada pertumbuhan tinggi namun beresiko. Hal ini sekaligus mengakui bahwa masa-masa pertumbuhan ekonomi ‘ajaib’ di atas 2 digit (10% ke atas) telah berakhir. Perdana Menteri Li Keqiang bahkan menyebutnya sebagai ‘menggoreskan pisau di daging sendiri’.

“Ini bukan hanya seperti kuku yang terkelupas, melainkan seperti mengiriskan pisau ke tangan kita sendiri,” kata Keqiang dalam konperensi pers usai sidang parlemen (National People’s Congress) di Beijing.

“Namun, meskipun perih kita bertekad untuk terus berjalan sampai tugas kita selesai,” tambahnya.

Tahun lalu pertumbuhan ekonomi Cina mengalami penurunan menjadi 7,4% dari tahun 2013 yang mencapai 7,7%, menyusul menurunnya pasar properti, menurunnya aktifitas pabarik-pabrik dan menurunnya investasi pemerintah dan swasta.

Pertumbuhan 7% pada tahun 2015 ini akan menjadi pertumbuhan yang paling rendah selama 25 tahun terakhir.

Li Keqiang juga menekankan pada masalah pengendalian polusi yang menjadi salah satu problem sosial dan ekonomi paling penting.

“Penegakan hukum lingkungan tidak boleh menjadi kain pel, melainkan menjadi pembunuh tikus,” kata Li mengkritik penegakan hukum yang masih lemah di bidang lingkungan.

Ia pun berjanji akan menutup pabrik-pabrik yang dianggap sebagai pencemar lingkungan.

Sidang Parlemen (National People’s Congress) secara umum menjadi dasar kebijakan pemerintahan komunis Cina selama setahun.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*