presiden argentinaBuenos Aires, LiputanIslam.com — Parlemen Argentina mendukung usulan Presiden Cristina Fernandez de Kirchner untuk membubarkan badan inteligen negara itu yang dianggap ‘korup’ dan menggantinya dengan lembaga baru yang lebih baik.

Dengan suara 131 melawan 71, parlemen Argentina menyetujui usulan Presiden De Kirchner untuk membubarkan Secretariat of Intelligence (SI) dan menggantinya dengan lembaga inteligen baru bernama Federal Intelligence Agency. Demikian seperti dilansir Press TV, Kamis (26/2).

De Kirchner menuduh SI terlibat dalam pembunuhan jaksa Alberto Nisman yang menjadi ketua tim penyidik pemboman pusat kebudayaan yahudi di Buenos Aires tahun 1994 yang menewaskan 85 orang. Menurut Kirchner Direktur Operasi SI, Antonio Stiuso, telah memaksa Nisman untuk mengajukan tuntutan hukum terhadap De Kirchner dengan tuduhan menghalang-halangi penyelidikan pemboman pusat kebudayaan yahudi tersebut. Lebih jauh De Kirchner menuduh SI terlibat dalam pembunuhan Nisman.

Pada hari Selasa (24/2) Oscar Parilli, yang ditunjuk sebagai Direktur SI Desember tahun lalu menuduh Stiuso dan kelompoknya telah membeli peralatan-peralatan buatan luar negeri secara ilegal antara tahun 2013 dan 2014.

Parrilli mengatakan kelompok itu telah menyalahgunakan kewenangan SI untuk kepentingan pribadi, tanpa pemberitahukan badan kepabeanan serta tanpa membayar pajak.

Sementara itu kubu oposisi menolak pembubaran tersebut dengan alasan Kejaksaan Agung dapat diberi kewenangan untuk mengontrol semua kegiatan penyadapan.

“Isu utamanya adalah tidak adanya pengawasan,” kata tokoh oposisi Manuel Garrido.

Sejumlah pengamat inteligen menuduh pemboman pusat kebudayaan Israel di Buenos Aires adalah sebuah operasi ‘bendera palsu’ yang dilakukan dinas inteligen Israel dan unsur-unsur inteligen Argentina sendiri untuk mendiskreditkan Iran sebagai pelaku pemboman.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL