film parisParis, LiputanIslam.com — Polisi Paris melarang pembuatan film-film laga di kota itu menyusul terjadinya aksi-aksi serangan bersenjata bulan lalu.

“Ada masalah dengan adegan-adegan aksi ini, karena para aktor yang mengenakan seragam bisa menjadi target terorisme,” kata komandan polisi Sylvie Barnaud seperti dilaporkan Russia Today, Jumat (6/2) petang.

Tidak hanya itu, polisi juga melarang penggunaan senjata-senjata mainan atau senjata tiruan yang digunakan dalam beberapa keperluan seperti korek api. Namun pelarangan itu belum bisa dipastikan sampai kapan berakhirnya.

“Saya terkejut mendengar pengakuan beberapa orang saksi serangan Charlie Hebdo tentang adegan dalam film,’itu seperti adegan serangan yang ditujukan kepada kami’,” tambah Barnaud lagi.

Ketegangan masih terasa di kota Paris paska serangan terhadap kantor majalah Charlie Hebdo dan sebuah supermarket yahudi di Paris bulan lalu yang menewaskan 20 orang termasuk polisi dan 3 pelaku serangan. Tentara dan polisi bersenjata masih berjaga-jaga di tempat-tempat strategis dan tempat-tempat ibadah.

Paris sendiri merupakan salah satu tempat yang ideal bagi pembuatan film dengan boulevards-boulevardnya yang lebar dan landmarks yang dramatis seperti Menara Eiffel hingga piramid Louvre.

Catatan otoritas setempat menyebutkan terdapat 930 pengambilan adegan film di kota ini tahun lalu, termasuk 20 produksi film luar negeri. Beberapa adegan film “box office” internasional dilakukan di kota ini, termasuk film “Edge of Tomorrow”, “The Da Dinci Code”, “Lucy”, “Taken” dan “Bourne Identity”.

Agnes Nageotte dari kelompok Cinema Mission mengatakan larangan ini akan berdampak bagi produksi film-film Amerika.

“Ini bukan saat yang tepat untuk melakukannya (pembuatan film). Bahkan jika Steven Spielberg ingin membuat film dengan laga di jalanan, saya yakin ia tidak akan bisa melakukannya,” tambah Barnaud.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL