korban boko haram2Abuja, LiputanIslam.com — Sejumlah wanita korban penculikan Boko Haram menceritakan pengalaman mereka saat berada di dalam kekuasaan kelompok teroris tersebut.

BBC News melaporkan, Minggu (3/4), para wanita itu mengatakan bahwa Boko Haram membunuhi para tawanan ketika tentara Nigeria mendekati tempat mereka ditawan. Mereka mengatakan anggota-anggota Boko Haram mulai melempari mereka dengan batu dan menembakinya, ketika mereka menolak untuk melarikan diri.

Seperti dilaporkan LI baru-baru ini, sekitar 300 wanita dan anak-anak berhasil dibebaskan pasukan militer Nigeria dari kamp tawanan Boko Haram di hutan Sambisa. Militer Nigeria mengklaim berhasil membebaskan sekitar 700 orang tawanan Boko Haram selama seminggu terakhir operasi penumpasan kelompok itu.

Para wanita itu mengatakan bahwa beberapa wanita tewas karena dilempari batu, namun tidak menjelaskan berapa banyak yang meninggal dengan cara itu.

Mereka menyebutkan bahwa saat pertama ditangkap, anggota-anggota Boko Haram membunuhi para pria di depan keluarga mereka, sebelum membawa para wanita itu, termasuk anak-anak mereka, ke dalam hutan.

Sebagian dari mereka kemudian dipaksa menikah dengan para anggota Boko Haram.

Mereka menambahkan, Boko Haram tidak pernah membiarkan mereka lepas dari pengamatan, meski untuk sekedar mandi dan buang hajat.

Mereka mengakui hanya mendapatkan makanan berupa jagung kering di malam hari.

“Setiap hari kami melihat kematian dari seorang tawanan dan hanya bisa menunggu giliran berikutnya,” kata Umaru, seorang ibu 2 anak berumur 24 tahun, kepada Reuters.

Setelah dibebaskan, para wanita dan anak-anak itu butuh waktu selama 3 hari menaiki truk-truk terbuka untuk sampai ke kota Yola.

Setelah menjalani pemeriksaan, para pejabat memastikan bahwa para tawanan wanita dan anak-anak itu berasal dari Gumsuri, sebuah desa di dekat kota Chibok dimana pada bulan April 2014 Boko Haram menculik 200 pelajar perempuan sekolah menengah. Namun para wanita itu bukanlah termasuk para pelajar itu.

Ribuan orang meninggal akibat pemberontakan Boko Haram, kelompok teroris yang mengklaim sebagai bagian dari kelompok teroris ISIS, sejak tahun 2009. Sejak bulan Februari lalu tentara Nigeria yang dibantu oleh pasukan Chad, Kamerun dan Niger melancarkan offensif untuk merebut kembali wilayah yang diduduki Boko Haram.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL