polisi new york3New York, LiputanIslam.com — Para polisi New York, AS, kembali mengolok-olok walikota Bill de Blasio dengan membalikkan punggungnya saat walikota tengah berpidato dalam upacara pemakaman seorang polisi korban penembakan.

Seperti dilaporkan BBC News, Minggu (4/1) petang atau Senin dini hari (5/1), ratusan polisi serempak membalikkan punggung mereka ketika de Blasio mulai berpidato dalam upacara pemakaman Wenjian Liu, polisi keturunan Cina yang tertembak bersama rekannya Rafael Ramos tanggal 20 Desember lalu.

Sebelumnya dalam pemakaman Ramos bulan lalu, de Blasio juga mengalami perlakuan yang sama. Para polisi marah kepada de Blasio yang terlibat dalam aksi demonstrasi mengecam polisi setelah terjadinya sejumlah aksi kekerasan yang dilakukan polisi tahun lalu.

Menanggapi ulah para politi itu Komisaris Polisi New York Bill Bratton menyerukan kepada anak buahnya untuk menahan diri dari tindakan-tindakan “yang tidak menghargai”.

“Upacara pemakanan seorang pahlawan adalah tentang duka cita, bukan kemarahan,” tulis Bratton dalam memo yang dikirimkan kepada para polisi.

De Blasio sendiri tidak menanggapi aksi polisi itu. “Seluruh warga kota tengah berduka hari ini,” katanya dalam pidato itu.

Upacara pemakaman Liu lebih lambat daripada rekannya Ramos yang digelar tanggal 27 Desember lalu, karena harus menunggu kedatangan kerabatnya dari Cina. Lebih dari 20.000 polisi dari seluruh AS hingga Kanada hadir dalam pemakaman Ramos.

Segera setelah terjadinya penembakan Liu dan Ramos, pimpinan persatuan polisi New York Patrick Lynch, mengecam De Blassio yang sebelumnya mendukung aksi-aksi menentang tindak kekerasan oleh polisi. “Ada darah di banyak tangan,” katanya merujuk pada pelaku penembakan Liu dan Ramos yang merupakan warga kulit hitam.

“Walikota tidak menghargai kami. Mengapa kami harus menghormatinya?” kata pensiunan polisi senior Camille Sanfilippo kepada Associated Press perihal tindakan yang dilakukan para polisi terhadap walikota.

Patrick Yoes, pemimpin umum organisasi beranggotakan 328.000 polisi, beberapa saat sebelum pemakaman Liu mengatakan: “Di seluruh negeri ini kita melihat ada serangan-serangan terhadap profesi ini, dan pesan yan harus disampaikan dalam hal ini adalah bahwa kita adalah pelayan masyarakat, bukan musuh masyarakat.”

Dalam salah satu aksi yang membuat polisi marah kepada De Blassio, sang walikota mengatakan apakah anaknya yang berdarah campuran dari istrinya yang berkulit hitam, bisa selamat dari tindakan kekerasan polisi.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*