national nurseWashington DC, LiputanIslam.com — Asosiasi perawat AS National Nurses United (NNU) akan menuntut Presiden Barack Obama untuk menetapkan standar penanganan pasien virus ebola.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita RIA Novosti, Kamis (16/10), Direktur Eksekutif NNU RoseAnn DeMoro dalam konperensi pers mengatakan, “Apa yang terjadi di Dallas, dapat terjadi di mana saja. Ini adalah tanggungjawab para pejabat terpilih untuk melindungi negara ini dan melindungi garis pertahanan pertama (para perawat).”

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk keprihatinan terhadap nasib para perawat yang menanggung risiko besar dalam menangani pasien virus ebola. Beberapa perawat dari penjuru Amerika dan beberapa negara di dunia turut menyampaikan pandangannya dalam konperensi tersebut.

Sebelumnya 2 perawat AS Nina Pham (26 tahun) dan Amber Joy Vinson (29 tahun), dinyatakan terjangkit penyakit ebola setelah merawat pasien ebola asal Liberia yang kemudian meninggal, Thomas Eric Duncan. Duncan, tertular virus ebola di Liberia namun baru terdeteksi setelah berada di AS, sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit Texas Health Presbyterian Hospital, di Dallas-Texas.

Rumah sakit ini dianggap sebagai salah satu rumah sakit terbaik di AS, namun toh, 2 perawatnya bisa tertular oleh ebola. Hal inilah yang mengundang keprihatinan para perawat.

Dalam surat yang dikirimkan ke Presiden Obama, DeMoro menyebutkan bahwa para perawat menuntut kepada presiden untuk memastikan bahwa rumah-rumah sakit di AS menyediakan perlengkapan perlindungan peronal yang optimal bagi para perawat, serta mampu memberikan perawatan lebih langsung kepada semua penderita ebola.

“Kami sadar bahwa tanpa mandat kepada fasilitas-fasilitas kesehatan kita menempatkan para perawat, dokter dan pekerja kesehatan lainnya pada risiko yang besar. Mereka adalah garis pertama pertahanan, kami tidak akan mengirimkan para prajurit ke medan perang tanpa senjata dan tameng,” tambah DeMoro.

DeMoro memperkirakan situasi perkembangan virus ebola di AS akan semakin memburuk, terutama setelah pada hari Rabu (15/10) diketahui bahwa salah satu perawat yang tertular ebola di Dallas, telah melakukan perjalanan udara bersama ratusan penumpang pesawat Frontier Airlines antara Texas dan Ohio pada hari Senin (13/10), atau sehari sebelum dinyatakan tertular ebola.

Otoritas kesehatan AS telah meminta 132 penumpang pesawat Frontier Airlines itu untuk menghubungi mereka.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL