parade militer cinaBeijing, LiputanIslam.com — Para pemimpin 28 negara Uni Eropa kemungkinan tidak akan menghadiri parade militer tahunan Cina yang akan digelar September mendatang.

Hal ini disampaikan Dubes Uni Eropa untuk Cina Hans Dietmar Schweisgut kepada wartawan, hari Jumat (3/7). Demikian seperti dilaporkan Press TV.

“Berdasar situasi di kawasan, di Asia Tenggara secara keseluruhan, yang sangat berbeda antara Eropa paska Perang Dunia dan Eropa saat ini, kami kira akan lebih baik untuk mengirim pesan rekonsiliasi,” kata Hans Dietmar Schweisgut.

Menurutnya, sejumlah negara Uni Eropa telah menerima undangan untuk hadir dalam parade militer tanggal 3 September. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan yang diambil.

Parade militer merupakan acara peringatan berakhirnya Perang Dunia II di Cina, yang berbeda dengan versi Rusia dan AS serta negara-negara Eropa barat. Cina menyebut ribuan pasukannya akan memeriahkan parade militer yang digelar di pusat kota Beijing. Sejumlah senjata baru akan dipamerkan di hadapan publik dalam acara ini.

Pemerintah Cina mengkonfirmasi bahwa pasukan Rusia akan turut berpartisipasi dalam parade ini. Presiden Rusia Vladimir Putin juga sudah mengkonfirmasi kehadirannya dalam acara ini, demikian juga para pemimpin negara-negara sahabat Cina dari persekutuan BRICS (Brazil, Rusia, India, Cina dan Afrika Selatan).

Sementara pemerintah Jepang, saingan Cina di kawasan, telah mengumumkan ketidak hadiran Perdana Menteri Jepang. Jepang menganggap parade militer ini ditujukan untuk mengolok-olok Jepang. Cina terlibat perang melawan pasukan pendudukan Jepang dalam Perang Dunia II. Selain itu, Cina juga terlibat perselisihan wilayah di Laut Cina.

“Tidak ada urgensinya perdana menteri untuk hadir dalam parade anti-Jepang,” kata seorang pejabat senior Jepang kepada Asahi Shimbun beberapa waktu lalu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL