suu kyi obamaYangoon, LiputanIslam.com — Melalui satu langkah yang cukup janggal, para pemimpin Myanmar termasuk Presiden Thein Sein dan panglima militer bertemu tokoh oposisi Aung San Suu Kyi di ibukota Nay Pyi Taw, Jumat (10/4).

Seperti dilaporkan BBC News pertemuan itu membicarakan  konstitusi dan pemilihan umum. Diduga kuat pembicaraan itu untuk membuka jalan bagi Suu Kyi untuk menjadi penguasa Myanmar yang terhambat oleh konstitusi yang melarangnya mengikuti pemilu.

Belum ada kata sepakat dalam pertemuan tersebut, namun para peserta pertemuan sepakat untuk menggelar pertemuan kembali.

Konstitusi Myanmar melarang warga negara yang bersuami warga asing atau memiliki keluarga yang menjadi warga asing, untuk menjadi kandidat presiden Myanmar melalui pemilu yang akan digelar bulan November tahun ini. Suami dan anak Suu Kyi adalah warga negara Inggris dan tinggal di negara kerajaan itu.

Pada hari Kamis (9/4) Suu Kyi mengancam akan melakukan boikot pemilu jika tidak ada perubahan konstitusi.

“Kami masih membiarkan kartu kami tertutup hingga tiba waktunya untuk menunjukkan kepada mereka (pemerintah),” kata Suu Kyi kepada wartawan.

Pertemuan hari Jumat itu menyusul tekanan-tekanan yang dilakukan para anggota parlemen oposisi pendukung Suu Kyi, yang mendesak diadakannya pertemuan.

Selain Suu Kyi dan Presiden Thein Sein, pertemuan juga diikuti panglima militer Jendral Min Aung Hlaing, para pimpinan parlemen, serta tokoh masyarakat minoritas Aye Maung.

Jubir Kepresidenan mengatakan usai pertemuan bahwa para peserta ‘setuju pada kerangka kerja, format dan tanggal pertemuan berikutnya’. Pertemuan berikutnya diharapkan berlangsung akhir bulan ini atau awal Mei mendatang.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL