africa leadersWashington, LiputanIslam.com — Para pemimpin negara-negara Afrika berkumpul di ibukota AS, Washington DC, dalam sebuah pertemuan tingkat tinggi terbesar yang digelar di AS, Senin (4/8).

Sebagaimana dilaporkan BBC, sekitar 50 kepala negara dan kepala pemerintahan negara-negara Afrika menghadiri pertemuan selama 3 hari yang dimulai hari Senin.

Menteri Perdagangan AS Penny Pritzker mengatakan bahwa kontrak perdagangan senilai $900 juta diumumkan dalam pertemuan tersebut. Namun 3 kepala negara di Afrika barat yang tengah menghadapi wabah virus ebola, Liberia, Guinea dan Sierra Leone membatalkan keikutsertaan mereka dalam pertemuan itu. Sedangkan negara-negara Afrika Tengah, Eritrea, Sudan dan Zimbabwe tidak diundang.

Pertemuan tingkat tinggi ini digagas pertama kali oleh Presiden Obama dalam kunjungannya ke 3 negara Afrika tahun lalu, yaitu Senegal, Tanzania dan Afsel. Pertemuan ini akan difokuskan pada isu perdagangan dan bisnis antara AS dengan Afrika, dimana AS meresa tertinggal dari Cina selama ini. Demikian editor BBC Solomon Mugera melaporkan.

Volume perdangan Cina dengan negara-negara Afrika telah mencapai $200 miliar, atau lebih dari 2 kali nilai perdagangan AS dengan negara-negara Afrika. Pertemuan ini juga berlangsung tidak lama setelah pemerintah Ghana menyatakan akan meminta bantuan IMF untuk membantu masalah keuangannya yang sangat buruk.

Menteri Penerangan Zimbabwe yang tidak diundang dalam pertemuan menyidir pertemuan tersebut sebagai kepentingan AS belaka.

“Kami mengerti ini adalah kepentingan AS yang khawatir dengan Cina yang telah lebih dahulu melangkah,” kata Menteri Penerangan Moyo kepada media pemerintah, The Herald.

Sementara itu kedatangan President Uganda, Yoweri Museveni, dikait-kaitkan dengan pembatalan UU anti-homoseksual oleh Mahkamah Konstitusi setempat minggu lalu. Pembatalan itu, yang disambut gembira para aktifis homoseksual namun dikecam keras para tokoh agama, dikait-kaitkan dengan misi Museveni untuk mendapatkan kembali bantuan keuangan dari AS dan negara-negara barat yang marah karena pengesahan UU tersebut.

Presiden Barack Obama yang keturunan Kenya, selama ini dianggap kurang perhatian terhadap negara-negara Afrika. Selama pemerintahannya sejak tahun 2009, ia hanya 2 kali melakukan kunjungan ke Afrika, salah satunya adalah menghadiri pemakaman Nelson Mandela.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL