pekerja mcdonaldsWashington DC, LiputanIslam.com — Para pekerja jaringan rumah makan cepat saji terkenal McDonald mengajukan tuntutan keselamatan kerja di 19 kota di seluruh AS.

Para pekerja itu telah mengajukan tuntutan itu ke otoritas keselamatan kerja AS, US Occupational Safety and Health Administration dalam beberapa minggu terakhir. Demikian seperti laporan Associated Press yang dilansir Press TV, Selasa (17/3).

Tuntutan tersebut merupakan bagian dari kampanye “Fight for $15” yang digalang oleh kelompok LSM Service Employees International Union (SEIU), selama 2 tahun terakhir.

Dalam tuntutan-tuntutan itu tercatat sejumlah kekurangan perlindungan kerja di restoran-restorran McDonald, seperti sarung tangan untuk penggorengan yang mengakibatkan sejulah pekerja mengalami cidera.

“Setelah terluka karena panas, menejer hanya menyuruh  pekerjanya untuk mengoleskan mayones di atasnya,” demikian tuntutan itu menyebutkan.

Menurut keterangan Kendall Fells, organiser kampanye ‘Fight for $15’, sebagian besar kecelakaan kerja yang terjadi disebabkan oleh jumlah pekerja yang terlalu sedikit dan tuntutan bekerja dengan cepat.

Menanggapi tuntutan itu McDonald’s mengklaim bahwa para pekerjanya telah mendapatkan perlindungan keselamatan kerja yang baik.

“Adalah penting untuk dicatat bahwa tuntutan-tuntutan ini adalah bagian dari strategi lebih besar dari para aktifis yang mengincar merek kami dan ditujukan untuk mendapatkan perhatian media massa,” kata Heidi Barker Sa Shekhem, jubir McDonald’s, dalam pernyataannya.

Tujuan pokok dari kampanye ‘Fight for $15’ adalah para karyawan mendapatkan bayaran $15 per-jam dan terbentuknya serikat pekerja perusahaan-perusahaan makanan cepat saji.

McDonald’s adalah jaringan makanan cepat saji terbesar di dunia dengan jumlah konsumen mencapai 68 juta orang per-hari di seluruh dunia. Restoran ini telah beroperasi di 119 negara.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*