mahasiswa afsel rusuhJohannesburg, LiputanIslam.com — Sejumlah besar mahasiswa Afrika Selatan menggelar aksi demonstrasi yang diwarnai kerusuhan di sejumlah kampus, menentang rencana kenaikan biaya kuliah tahun depan.

Seperti dilaporkan Press TV, Selasa (20/10), polisi mengatakan telah mencoba membubarkan aksi-aksi demonstrasi di sejumlah universitas. Para mahasiswa dilaporkan membakari ban-ban bekas dan membuat barikade di University of Cape Town di Provinsi Cape. Polisi terpaksa menembakkan granat asap untuk membubarkan gerombolan mahasiswa di Rhodes University di kota Grahamstown di Provinsi Eastern Cape.

Ratusan mahasiswa juga melakukan aksi demonstrasi di University of the Witwatersrand di Johannesburg, dimana mereka dilaporkan telah membalikkan sejumlah kendaraan dan membawanya ke dalam kampus pada hari Senin (19/10).

Aksi-aksi ini telah berlangsung sejak beberapa minggu terakhir setelah diumumkannya rencana kenaikan biaya kuliah hingga 22,5% tahun depan.

Menteri Pendidikan Tinggi Afrika Selatan Blade Nzimande mengatakan bahwa pemerintah tidak bisa lagi membiayai sepenuhnya mahasiswa dari keluarga miskin. Hal ini diikuti oleh pernyataan sejumlah universitas yang akan menaikkan biaya kuliah bagi para mahasiswa.

Para mahasiswa dan pengamat pendidikan mengatakan rencana itu semakin merigikan para pelajar di Afrika Selatan yang telah tertinggal pendidikannya selama berkuasanya regim apartheid.

Dalam beberapa bulan terakhir juga terjadi gelombang anti-kolonialisme di kampus-kampus Afrika Selatan, yang dimulai setelah para mahasiswa University of Cape Town menuntut pembongkaran patung Cecil John Rhodes, pendiri Republik Afrika Selatan, yang dianggap mewakili semangat rasialisme di Afrika Selatan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL