moeldoko2Jakarta, LiputanIslam.com — Panglima TNI Moeldoko membantah telah menyampaikan permintaan maaf atas penamaan KRI Usman Harun kepada pemerintah Singapura. Moeldoko membantah materi wawancara dengan media televisi Singapura, Channel NewsAsia, adalah permintaan maaf karena Indonesia menjadikan pelaku pemboman McDonald House pada 10 Maret 1965 sebagai pahlawan dan nama kapal perang.

“Kalau urusan melintir berita, itu biasa wartawan,” kata Moeldoko di Istana Negara, Kamis (17/4).

Panglima TNI menyatakan kata “maaf” yang keluar dalam wawancara tersebut tidak bertujuan untuk memohon kepada Singapura, melainkan bentuk tata krama dalam pembicaraan semata.

“Mohon ma’af, Indonesia tidak bisa membatalkan pemberian nama Usman Harun,” kata Moeldoko menirukan jawaban yang diberikannya kepada wartawan Singapura yang mewawancarainya perihal kapal KRI Usman Harun.

Menurut Moeldoko, perkataan “ma’af” yang sekedar basa-basi tersebut diplintir maknanya menjadi seolah-olah dirinya mengakui Indonesia telah bersalah dengan pemberian nama KRI Usman Harun tersebut.

Artikel yang membuat wawancara Moeldoko itu berjudul “Indonesian Armed Forces Chief expresses regret over naming of warship” dipublikasikan Channel NewsAsia pada 15 April 2014 lalu.

“Tak ada itu mohon maaf,” tegas Moeldoko.(ca/tempo.co)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL