Bahrain-Sheikh-Nasser1London, LiputanIslam.com — Pangeran Nasser bin Hamad al-Khalifa yang adalah anggota keluarga Kerajaan Bahrain yang berpengaruh, kini terancam untuk ditangkap oleh aparat hukum Inggris.

Ini setelah Pengadilan Tinggi Inggris menetapkan Nasser tidak kebal dari tuntutan hukum dalam kasus penyiksaan terhadap para demonstran Syiah tahun 2011

Seperti dilaporkan BBC News, Selasa (7/10) para hakim tinggi menganulir ketetapan jaksa Inggris untuk memberi kekebalan hukum kepada Nasser karena statusnya.

BBC melaporkan bahwa ketetapan pengadilan yang telah  disetujui oleh Crown Prosecution Service (CPS) itu akan membuka jalan bagi penangkapan terhadap Pangeran Nasser jika ia datang ke Inggris.

Pemerintah Bahrain sendiri membantah tuduhan keterlibatan Nasser dalam tindakan penyiksaan dan menyebut hal itu sebagai “bermotif politik”.

Kasus ini muncul setelah seorang warga negara Bahrain yang berinisial FF, menuntut penangkapan terhadap Nasser. FF menyebutkan bahwa sang pangeran terlibat dalam penyiksaan terhadap para demonstran yang ditahan selama aksi-aksi demonstrasi menuntut reformasi tahun 2011.

Para demonstran yang mayoritas Syiah itu menuntut hak-hak sosial dan politik mereka dari regim kerajaan Sunni.

Aksi-aksi demonstrasi ini ditumpas dengan keras oleh regim dengan bantuan pasukan dari Saudi Arabia, mengakibatkan sejumlah besar orang tewas.

Pada bulan Juli 2012, berkas perkara yang disiapkan oleh Pusat Konstitusi dan HAM Eropa (European Centre for Constitutional and Human Rights) di Berlin diserahkan ke kejaksaan Inggris, yang berisi bukti-bukti keterlibatan Nasser dalam aksi penyiksaan terhadap 3 orang tahanan pada bulan April 2011.

Tuntutan dan upaya penangkapan pun telah disiapkan, namun CPS saat itu memutuskan tidak bisa menangkap sang pangeran karena status diplomatiknya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL