iccDen Haag, LiputanIslam.com — Palestina secara resmi, hari Rabu (1/4), bergabung dengan pengadilan kejahatan internasional (ICC), status baru yang memungkinkan pemerintah Palestina mengajukan tuntutan kejahatan terhadap pemerintah dan pejabat-pejabat Israel.

Keanggotaan Palestina ini merupakan keanggotaan ke 123 pengadilan internasional yang berbasis di Den Haag, Belanda, ini. Demikian seperti dilaporkan Press TV.

Dengan status anggota ICC, maka Palestina berhak untuk mengajukan tuntutan terhadap para pejabat Israel yang melakukan kejahatan di wilayah Palestina, termasuk serangan militer Israel ke Gaza seperti terjadi tahun lalu.

Keputusan Palestina untuk bergabung dengan ICC dilakukan bulan Januari lalu setelah beberapa dekade perundingan perdamaian antara Palestina dan Israel yang mengalami jalan buntu, sementara Israel terus memperluas pemukiman ilegalnya di wilayah pendudukan Palestina.

Israel merespon langkah Palestina itu dengan menahan pajak untuk Palestina sebesar $120 juta.

Sementara itu pada hari Selasa (31/3), kelompok International Federation for Human Rights (FIDH) mengirimkan laporan kejahatan kemanusiaan oleh Israel selama aksi militer di Gaza tahun lalu.

Organisasi yang berbasis di Paris itu menjadi organisasi pertama yang mendapatkan akses pertama mengunjungi Gaza paska serangan Israel itu setelah dicapainya gencatan senjata pada bulan Agustus 2014. Laporan tersebut mencakup juga pengakuan sejumlah korban kejahatan Isreal itu.

Lebih jauh, ketua negosiator Palestina Saeb Erekat mengumumkan pada hari Senin (30/3), bahwa ICC telah memulai penyelidikan atas kejahatan Israel di Gaza tersebut.

Dalam serangan Israel yang berlangsung selama 50 hingga bulan Agustus 2014 itu, sebanyak 2.200 rakyat Palestina termasuk 577 anak-anak, tewas. Selain itu 11.100 lainnya, termasuk 3.374 anak-anak, 2.088 wanita dan 410 orang tua, mengalami luka-luka.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL