New York, LiputanIslam.com–PBB mengecam Israel atas terjadinya kemunduran ekonomi dan kondisi kemanusiaan di Palestina setelah 50 tahun masa penjajahan oleh rezim Tel Aviv.

United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) pada Selasa lalu merilis laporan yang mengungkapkan kondisi ekonomi Palestina yang berada “jauh di bawah potensi.”

Kawasan Jalur Gaza, misalnya, telah berada di bawah blokade Israel sejak Juni 2007. Blokade ini menyebabkan menurunnya kualitas hidup warga dan naiknya angka pengangguran dan kemiskinan. Selain itu, sebesar dua juta warga di Gaza hanya mendapatkan  akses listrik 2- 3 jam perharinya.

“2017 menandai 50 tahun penjajahan Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem timur; masa penjajahan paling lama dalam sejarah. Bagi rakyat Palestina, penjajahan ini bearti 5 dekade kemunduran ekonomi dan penolakan atas HAM mereka,” tulis laporan tersebut.

“Alih-alih berharap untuk solusi dua-negara yang ditawarkan oleh PBB dan komunitas internasional, penjajahan [Israel] malah semakin parah, sementara kondisi sosioekonomi semakin buruk dari hari ke hari,” lanjut laporan itu.

Menurut laporan tersebut, penyebab utama krisis ekonomi Palestina adalah “semakin banyaknya pencaplokan tanah dan sumber daya alam untuk dibangun pemukiman [Yahudi] dan aneksasi tanah di Tepi Barat.” (ra.presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL