menhan pakistanIslamabad, LiputanIslam.com — Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menegaskan sikap negaranya yang tidak akan pernah bergabung dengan semua koalisi militer anti-Iran. Demikian laporan Press TV, Rabu (20/1).

Khawaja Asif, yang berbicara di depan parlemen, Selasa (19/1), membuat pernyataan tersebut terkait dengan keberadaan koalisi militer yang digalang Saudi Arabia yang diklaim sebagai koalisi anti-terorisme, dimana Pakistan dilaporkan bergabung di dalamnya. Sejumlah kalangan menganggap koalisi tersebut ditujukan untuk menentang Iran.

Asif menegaskan bahwa negaranya tidak akan pernah menyetujui koalisi tersebut digunakan untuk menyerang sesama negara Muslim.

“Sebagaiman saya ketahui, sebuah upaya kolektif akan dilakukan melalui koalisi ini, pada taraf diplomatik dan melalui media, untuk melawan kekuatan-kekuatan yang bekerja menimbulkan kekacauan di dunia Muslim,” kata Asif.

Bulan lalu Saudi Arabia mengumumkan pembentukan koalisi yang beranggotakan 34 negara Muslim untuk memerangi terorisme di Irak, Afghanistan, Libya, Mesir dan Suriah. Namun sejumlah negara mengaku terkejut dengan pengumuman itu dan menyebut Saudi Arabia telah mencatut nama negara mereka.

Pakistan awalnya dikabarkan menolak bergabung dengan koalisi ini. Namun kemudian terdengar kabar bahwa negara itu akhirnya bergabung dengan koalisi pimpinan Saudi.

Asif menyebutkan pertemuan antara Perdana Menteri Nawaz Sharif dan Raja Saudi Salman bin Abdulaziz di Riyadh, hari Senin (18/1) telah ‘berjalan baik’. Saat itu Sharif menyatakan ‘keprihatinan mendalam’ kepada Raja Saudi mengenai ketegangan yang meningkat antara Iran dan Saudi menyusul dihukum matinya Sheikh Nimr al-Nimr oleh Saudi Arabia awal bulan ini.

Setelah pertemuan itu PM Sharif, dengan didampingi Kepala Staff Gabungan Raheel Sharif, tiba di Teheran pada hari Selasa dan bertemu dengan sejumlah pejabat senior Iran, termasuk Presiden Hassan Rouhani.

Dalam pertemuan itu President Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa negara-negara Iran seharusnya membentuk koalisi untuk membangun, bukan untuk berperang. Tanpa menyebutkan secara langsung, Rouhani menyindir koalisi pimpinan Saudi yang tengah memerangi Yaman.

“Saya percaya bahwa kondisi di kawasan ini dan di dunia Islam membutuhkan koalisi bagi pembangunan, dan bukan untuk berperang di dunia Islam,” kata Rouhani.

Di sisi lain, Sharif, menekankan pentingnya upaya membangun solidaritas dan persatuan antara negara-negara Muslim, dan mengatakan negaranya akan selalu melakukan upaya untuk meredam ketegangan dan perbedaan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL