DroneAttacksinPakistanIslamabad, LiputanIslam.com — Pengadilan Pakistan memerintahkan penangkapan terhadap mantan kepala operasi badan inteligen AS (CIA) di Pakistan karena dianggap bertanggungjawab atas pembunuhan warga Pakistan dengan serangan pesawat tanpa awak (drone).

Jaksa menyebutkan bahwa Jonathan Banks, pejabat CIA dimaksud, bertanggungjawab atas serangan drone yang menewaskan sejumlah penduduk sipil Pakistan tahun 2009.

Hakim Shaukat Aziz Siddiqui mengeluarkan perintah penangkapan tersebut setelah mengadakan sidang atas petisi yang diajukan oleh antifis anti serangan drone Kareem Khan. Seorang putra dan saudara kandung Khan menjadi korban serangan drone AS di distrik Waziristan Utara tahun 2009.

“Hakim Shaukat Aziz Siddiqui dari Pengadilan Tinggi Islamabad hari ini memerintahkan pendaftaran kasus kriminal atas tindakan pembunuhan, konspirasi, serangan terhadap rakyat Pakistan dan serangan-serangan di bawah Undang-Undang Terorisme tahun 1997, terhadap Jonathan Banks,” kata pengacara Khan kepada pers.

Penyamaran Jonathan Banks di Pakistan terbongkar tahun 2010 setelah namanya disebutkan dalam sebuah sidang pengadilan. Ia pun segera meninggalkan posnya di Pakistan.

“Perintah penangkapan kini adalah kemenangan bagi warga sipil tak bersalah yang telah dibunuh oleh serangan-serangan drone Amerika di Pakistan,” kata, tambah Mirza Shahzad Akbar, pengacara. Ia juga menambahkan bahwa kasus ini akan menjadi pembuka bagi kasus-kasus serupa terhadap Amerika atas serangan-serangan drone yang dilakukannya terhadap warga Pakistan.

Khan telah berjuang selama 4 tahun untuk menjadikan kasusnya didengar pengadilan. Selama itu ia mendapat dukungan dari Foundation for Fundamental Rights. Tahun ini juga Khan mengalami penculikan setelah berbicara di hadapan anggota-anggota parlemen Inggris, Jerman dan Belanda. Ia dibebaskan 4 hari kemudian di tengah kecurigaan para penculiknya adalah agen inteligen Pakistan sendiri.

Program serangan drone AS telah menjadi hambatan utama hubungan Pakistan dengan AS dalam beberapa tahun terakhir. Namun saat ini program tersebut telah menurun tajam karena semakin kritisnya publik Pakistan dan dunia atas masalah ini serta situasi politik di Pakistan yang telah berubah.

Para pajabat AS kepada Associated Press mengatakan bahwa mereka telah berhasil membunuh sebagian besar pemimpin Al Qaida di Pakistan dengan serangan drone. Adapun yang masih tinggal adalah mereka yang keberadaannya lebih sulit dilacak.

Diperkirakan lebih dari 2.000 warga Pakistan telah tewas oleh serangan-serangan drone AS sejak tahun 2008. Program ini dianggap telah membunuh lebih banyak warga sipil daripada para teroris.(ca/bbc/cnn)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL